Prakanca

Bakti Riki Untuk Ibu Pertiwi

Riki Putra berketetapan hati untuk turut merawat, sekaligus mempopulerkan warisan budaya yang ada di Indonesia melalui bidang yang ia suka. Musik dan busana adalah media yang dipilih olehnya.

Amos Allister

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkenal kaya akan khazanah kebudayaannya. Mulai dari Sabang, atau bagian paling Barat Indonesia, sampai Merauke yang menjadi bagian paling Timur, selalu dipenuhi dengan berbagai macam tradisi, adat, dan budaya. Bisa kita jumpai misalnya pakaian adat, rumah adat, bahasa, tari-tarian, bahkan musik, dan segala macam di dalamnya. Keragaman produk kebudayaan yang ada di Indonesia memang memiliki maksud, nilai, tujuan, atau keindahannya tersendiri. Bagi masyarakat Indonesia, hal itu tentu menjadi suatu kebanggaan. Tetapi, bagaimana kebanggaan itu kemudian dapat dikenal warga mancanegara?

Riki Putra adalah salah satu pemuda yang tahu jawabannya. Berdasarkan pengalaman studinya di luar negeri, Riki, musisi asal Balikpapan punya banyak cerita, mengapa hingga saat ini ia memilih untuk gigih merawat, sekaligus mempopulerkan berbagai macam produk kebudayaan yang ada di Indonesia. “Saat memiliki banyak teman yang berasal dari negara lain. Di situ saya merasa kekayaan budaya di Indonesia belum banyak dikenal dunia,” ujar Riki.

Batik
Riki Putra (kiri) saat konser bersama Addie M.S. (kanan) di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, 21 Juli 2018 (Foto: Dok. Riki Putra).

Tidak puas dengan kenyataan yang ia alami, Riki lantas berketetapan hati untuk ikut berkontribusi mempopulerkan produk kebudayaan Indonesia melalui bidang yang ia suka. Musik dan busana merupakan jembatan yang Riki gunakan untuk memperkenalkan produk kebudayaan Indonesia.

Sebagai musisi muda lulusan California College of Music, Amerika, Riki berusaha memperkenalkan produk kebudayaan melalui bidang yang ia geluti, yaitu musik. Musik yang ingin Riki kenalkan kepada dunia berasal dari alunan Gamelan. Bahkan tidak hanya itu, Riki juga mencoba memadukannya dengan alunan musik Rock. “Bagaimana cara agar budaya kita sendiri tidak dipandang sebelah mata? Yaitu dengan mempresentasikannya sebaik mungkin” sambung Riki.

Riki tidak ingin menampilkan citra Gamelan secara sembarangan. Ia ingin Gamelan yang semula sudah megah, menjadi semakin megah. Oleh karena itu, Riki lantas memadukannya pula dengan alunan musik orkestra. Baru-baru ini, Riki telah sukses menggelar konsernya bersama komposer kenamaan asal Indonesia, Addie M.S. Mereka berdua kemudian menyuguhkan Gamelan secara apik dan spektakuler, di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, (21/7) silam.

Batik
Salah satu produk Samskara Batik saat dikenakan konser oleh teman Riki Putra di California Institute of Technology, Amerika (Foto: Dok. Riki Putra).

Tak hanya puas dengan musik, Riki juga memperkenalkan busana warisan para leluhur di Indonesia. Di sektor busana, Riki memilih batik sebagai fokusnya. Kemeja batik yang dicampurkan dengan jeans, merupakan konsep utama yang Riki gunakan, dan kemudian diberi label Samskara Batik.

Memiliki karier yang cukup baik di bidang musik dan bisnis batik, lantas tidak membuat Riki lupa akan misi utamanya dalam merawat dan memperkenalkan produk kebudayaan Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh orientasi yang Riki cari, yang tidak berharap pada hasil tertentu melainkan hanya teguh memegang niat, sambil berusaha. Ditambah lagi, baginya kontribusi yang ia berikan bukanlah hal yang berlebihan, melainkan hanya suatu bentuk balas budi terhadap tanah kelahirannya. “Saya tidak mengharap apa-apa, saya hanya ingin balas budi dan berkontribusi untuk Ibu Pertiwi,” tegas Riki.

Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close