Prakanca

Bangun Aplikasi Demi Kesejahteraan Petani

Mulanya belajar kimia murni di Semarang lalu belajar teknik lingkungan di Korea Selatan. Setelah lulus, ia memilih berkarir di dunia bisnis rintisan (Start Up) yang didasari rasa peduli terhadap petani.

Galih Agus Saputra

Fajar Budi Laksono, ialah pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Baginya, petani merupakan pihak yang mendulang efek jangka panjang distribusi bahan makanan, mulai dari beras, buah-buahan, hingga segala macam sayuran. Kedudukan petani, pun dianggapnya memiliki potensi yang amat besar untuk menjadi pihak yang paling diuntungkan, dan berangkat dari pengertian itu lah, Fajar membangun sebuah aplikasi untuk mempermudah distribusi bahan makanan dari petani kepada pelanggan.

Semula, Fajar berniat mengajari petani untuk menggunakan aplikasi buatannya. Tetapi langkah ini dirasa terlampau sulit, berkenaan dengan faktor usia para petani. Data Sensus Pertanian 2013 yang dirujuknya, menunjukan usia petani di Indonesia rata-rata lebih dari 45 tahun atau mencapai kurang lebih 60 persen.

“Dan sekarang mungkin yang 45 tahun itu sudah menjadi 50 tahun ke atas. Sedangkan orang dengan usia demikian, kalau kita kasih teknologi secara langsung yang muluk-muluk itu, mungkin suka pusing. Lantas, cara yang paling mudah, pertama tentunya adalah dengan membeli bahan makananan secara langsung dari mereka dengan harga yang layak. Tapi membeli dengan harga yang layak saja juga tidak mempermudah rantai distribusinya, karena nanti harganya juga masih tetap tinggi kalau kita hitung dari marginnya,” jelas Fajar, saat ditemui Aslo di ruang kerja Dtech Engineering, Salatiga (2/7).

Singkat cerita, Fajar kemudian menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Ia membeli bahan makanan dari pertani secara langsung dan kemudian dijual kepada para pelanggan menggunakan aplikasinya, Nyayur yang dapat diunduh melalui Goggle Play Store.

“Kami kemudian mengangkat tukang sayur karena dari mereka belanja juga lebih mudah. Jadi, mereka diajari menggunakan aplikasi kami agar dapat memanajemen harga, pesanan, keuangan, dan segala macam,“ imbuhnya.

Mengenai tampak muka (profiling) Nyayur sendiri, jika dilihat dari Goggle Play Store, pengunduhnya sekarang sudah lebih dari 10 ribu. “Tetapi sebenarnya kalau saya lihat sendiri secara langsung kemarin sudah mencapai kurang lebih 11.270 pengunduh. Mungkin bisa dikatakan ini terbesar kedua di Indonesia di kalangan bisnis rintisan sejenis,” kata Fajar.

Arah Pandangan

Fajar mengungkapkan, tiap harinya Nyayur sudah melayani rata-rata 35 pesanan dari pelanggan di daerah Salatiga. Pendapatan dari pesanan tersebut mencapai kurang lebih Rp. 1,5 juta.

“Untuk keuntungannya sekarang ini mencapai 15 persen. Dan fokus kita sekarang ini untuk keberlanjutan agar menjadi semakin besar,” imbuhnya.

Dalam kacamata Fajar, pertanian adalah lahan bisnis yang mudah dikelola. Pada masa yang akan datang, jika Nyayur telah banyak membuat petani lebih sukses dan makmur, ia juga ingin mengembangkan aplikasi lain untuk membantu sektor pertanian.

“Ketika mereka sudah makmur, saya pikir ini akan mendorong anak muda untuk bertani juga. Kenapa selama ini anak muda tidak mau bertani, karena dipikir bertani itu tidak ada hasilnya. Nah, maka dari itu aplikasi yang ingin saya kembangkan adalah aplikasi yang dapat memudahkan pertanian,” imbuhnya.

Fajar juga berharap aplikasi yang akan ia kembangkan turut membantu mengurangi angka pengangguran. Selain itu, ia juga berharap agar aplikasi yang dirancangnya dapat memudahkan generasi muda untuk menanam bahan makanan.

“Katakanlah nanti ada 100 anak muda menganggur, lalu cara paling gampang untuk dapat pekerjaan lewat apa, ya bertani. Kalau tidak bisa bertani bisa pakai aplikasi, bisa tahu musim ini bagusnya tanam apa, tanamnya bagaimana, tanahnya bagaimana, dan seterusnya,” jelas Fajar dengan optimis.•

Redaktur: Alexio Alberto Cesar

Facebook Comments
Tag

Galih Agus Saputra

What you can do is just control the ship, not the ocean!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close