Gaya Hidup

Banyak Suvenir Abad 21 di Rumah Deka

Bernostalgia, kata Deka, adalah salah satu cara sederhana untuk berbahagia.

Rio Hanggar Dhipta

Kebanyakan orang pasti pernah akrab dengan sebuah mainan. Paling tidak satu buah mainan, baik itu mainan modern atau tradisional. Mainan selalu diidentikkan dengan masa kanak-kanak atau bahkan anak-anak itu sendiri. Namun, itu semua tidak berlaku untuk seorang teman yang saya kenal sejak SMA.

Namanya Nicolaus Deka Alvian Putra, dan lebih akrab dipanggil Deka. Dialah pemuda yang gemar mengumpulkan mainan, yang populer sejak era 80-90an. Orangnya ramah, sambutan hangat saya terima saat berkunjung ke rumahnya, di Mrican, Salatiga.

Sore itu, saya diperkenankan masuk ke ruangan pribadi untuk melihat koleksi mainannya. Rasa takjub yang pertama saya rasakan saat memasuki ruangan itu adalah, seluruh ruangan dipenuhi mainan jadul. Saya tidak bisa menghitung berapa jumlah mainan yang ada. Ditambah koleksi kartu mainan yang barang tentu jumlahnya ribuan. Dan yang lebih unik, Deka sendiri juga tidak tahu berapa banyak jumlah mainan yang telah dikumpulkan.

Pemuda kelahiran 1993 itu tidak membatasi mainan apa yang ingin dikumpulkan. Saya semakin takjub karena melihat sejumlah mainan yang pernah saya temui di masa kecil. Misalnya, Super Nintendo, Sega, prik-prikan (baca: patung mainan), robot-robotan, dan masih banyak lagi. Salah satu yang membuat saya semakin takjub adalah mesin video game (dingdong), yang semasa kecil sering saya mainkan usai pulang atau saat bolos sekolah. Tak tanggung-tanggung, ada enam mesin dingdong yang dikoleksinya.

Semasa Kecil Kurang Bahagia

Mulanya, Deka kecil sering diajak pamannya pergi ke McDonald. Di sana, ia bahagia sekali saat mendapat mainan, hadiah dari paket Happy Meal. Tetapi, Deka baru benar-benar mengumpulkan mainan sejak kelas dua SMA.

Hingga saat ini, Deka sering menyempatkan waktunya untuk berburu (hunting) mainan di daerah Salatiga dan sekitarnya. Sekalipun tidak mendapatkan barang yang diinginkannya, Deka tetap berburu ke mana saja. Ia juga mengatakan kalau kegemarannya ini merupakan ajang balas dendam.

dingdong aslo.co
Ada banyak mainan populer di tahun 80-90an yang dikoleksi Nicolaus Deka Alvian Putra, enam di antaranya adalah dingdong (Foto: Rio Hanggar Dhipta).

Semasa kecil, Deka hampir tidak pernah dibelikan mainan kecuali dengan pamannya. Apa yang diinginkannya semasa kecil, sekarang dibeli semua. Apabila dia merasa memiliki uang cukup untuk membeli mainan, maka semuanya akan diborong. Ini gelap mata, kata Deka yang tampak semangat menjelaskan hobinya sambil tertawa, dan “sekarang harus terbeli semua mainan yang tidak bisa aku beli saat kecil,” katanya.

Deka juga memiliki kepuasan tersendiri dengan hobinya. Saat ada teman datang ke rumah dan melihat koleksi mainannya, semua merasa bernostalgia dengan masa kanak-kanak. “Saya merasa mendapatkan kepuasan tersendiri dari cerita-cerita nostalgia tersebut,” katanya.

Barang Langka

Banyak kesan yang Deka dapatkan soal berburu mainan. Salah satu yang ia ceritakan adalah mainan yang dikemas dalam sebuah kardus. Deka juga tidak pernah tahu mainan itu sebelumnya. Tapi yang jelas, mainan itu buatan Jepang dan dia amat tertarik untuk memilikinya.

Mainan aslo.co
Kamar Nicolaus Deka Alvian Putra penuh-sesak dengan koleksi mainannya (Foto: Rio Hanggar Dhipta).

Kali pertama Deka mendapatkan mainan itu, ia terkejut. Dia mendapati buku panduan yang bentuknya masih rapi, dan di dalamnya ada nota pembelian di tahun 1981. “Sampai sekarang, saya juga kurang tahu ini mainan apa. Tapi, kalau buatan Jepang atau Jerman pasti awet dan mainan ini masih bisa dipakai sampai saat ini,” jelasnya.

Deka juga punya harapan. Suatu saat ia ingin memiliki sebuah kedai yang dihiasi koleksi mainannya. Ia ingin koleksi tersebut dilihat lebih banyak orang, sekaligus berharap orang itu dapat bernostalgia lewat koleksi mainan jadul-nya.•

Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Rio Hanggar Dhipta

Sesuatu yang berasal dari pembuahan laki-laki dan perempuan yang sekarang menjelma menjadi seorang pemuda dan akan tetap muda sampai nantinya. Tertarik pada sesuatu yang dianggapnya menarik.Panjang umur segala hal yang baik.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close