Puisi

Benang Sari

Oleh: Putri Yuniarti

Lembutnya mulai dari rambut hingga ujung kaki
Menarik hingga menimbulkan rajutan simpul
Tapi menyembul, mungkin ini lukisan timbul
Semuanya menimbulkan arti yang berbeda dengan aslinya
Membingungkan pembuatnya, karna tak jelas fungsinya
Namun elok peringainya, jelas memukau jutaan pasang mata

Benang sari pati hati, menggugah kami
Pasrah akhirnya, kami akan berada dipelukannya jua
Mencintainya dengan dua pasang permata yang menjadi satu
Satukan kami kembali, dengan rasa yang hampir mati
Dengan kepiawaian yang hampir punah, aku bergejolak dengan tubuhmu
Huru-hara rasanya, ingin terus menolak bersentuhan denganmu
Aku tak mengerti lagi gairah itu, aku tak merasakan!
Padahal saat ini aku sedang bercinta dengan sanubarimu
Jangan biarkan lembutnya tubuhmu berpaling dari tubuhku
Agar rasa yang itu, muncul kembali

Bunga yang tampak rupawan nan wangi tak akan hadir dengan kosong
Rasa yang bergejolak jua tak akan merasakan rasanya sendiri
Tampaknya butuh penyatuan yang sama, dengan dua pinang yang berbeda
Pada ujungnya aku akan menunggu benang sariku dirajah oleh kumbang
Menanti untuk didekati dengan gagahnya kemudian dibantu dipenuhinya
Bungah rasanya bisa bertemu, kemudian merasakan yang lain lagi
Benang yang menang, menunggu diterawang oleh sang penyandang

Bungas, 15 Maret 2018

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close