Seni dan Budaya

Bernyayi Bersama Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca kembali hadir di Semarang.
Kali ini, dalam gelaran Road to Soundrenaline 2018.

Wahyu Turi

Jumat malam lalu (27/07), aku memantapkan hati untuk pergi ke kota seberang, Semarang. Aku ingin menyaksikan penampilan salah satu band ternama di Indonesia, Efek Rumah Kaca (ERK). Malam itu, mereka tampil dalam sebuah pertunjukan musik bertajuk Road to Soundrenaline. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kantor Aslo Media, akhirnya aku tiba di sana.

Kiranya pukul delapan malam, aku sudah berada di Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah. Penampilan Efek Rumah Kaca di Semarang kali ini, merupakan salah satu dari serangkaian acara festival musik di Indonesia bernama Soundrenaline. Festival itu sendiri, dan seperti yang telah terselenggara beberapa kali di tahun sebelumnya, akan berlangsung di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Dan, khusus untuk tahun ini, Soundrenaline rencananya akan dihelat pada September mendatang.

Bernyanyi Bersama

Setibanya di tempat parkir, aku sudah dapat merasakan antusiasme anak muda yang hendak menyaksikan penampilan ERK. Sayangnya, aku datang sedikit terlambat. Ketika aku masuk ke tempat berlangsungnya acara, terlihat salah satu band yang ikut memanaskan suasana. Ada Rubber Heat yang sedang beraksi di sana.

Mereka yang turut tampil dalam Road to Soundrenaline, di Semarang malam itu adalah Minrev, Sore Tenggelam, dan Candra Bhakti. Mereka semua tampil sebelum ERK. Lalu, semua yang hadir malam itu maju dan berusaha merapat ke muka panggung. Ternyata, ini lah puncak acara yang ditunggu-tunggu, ERK datang untuk membawakan lagunya.

Suasana riuh, disertai tepuk tangan penonton kemudian menyambut personil ERK yang muncul satu per satu di atas panggung. Sorak sorai semakin ramai, ketika ERK mulai memainkan intro Kamar Gelap sebagai lagu pembuka. “Yang kau jerat adalah riwayat. Tidak punah jadi sejarah. Yang bicara adalah cahaya. Dikonstruksi, dikomposisi. Padam semua lampu. Semua lampu,” begitu lah seru kami malam itu, bernyanyi bersama ERK.

Semua yang hadir bernyanyi dengan tenang mengikuti suara vokalis ERK, Cholil. Ditambah alunan musiknya yang sedikit lambat, membawa semua penonton masuk dalam suasana sendu. Usai membawakan Kamar Gelap, penonton dihentak dengan lagu Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa. Udara panas tak menghalangi semangat penonton untuk tetap menyaksikan penampilan band yang digawangi Cholil bersama Adrian Yunan, dan Akbar Bagus itu.

ERK mengakhiri penampilannya dengan menyanyikan lagu andalan, Sebelah Mata. Penonton tetap bernyanyi dan semakin keras bernyanyi ketika memasuki bagian refrennya, “tapi sebelah mataku, yang lain menyadari. Gelap adalah teman setia, dari waktu-waktu yang hilang”.

Road to Soundrenaline di Semarang kemudian berakhir pada pukul 11 malam. Seperti kurang puas menyaksikan band yang berdiri sejak 2001 silam itu, semua anak muda yang hadir nampak enggan untuk meninggalkan lapangan. Padahal, malam itu ERK sudah membawakan 11 lagu.•

Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close