Ambarawa

Black Smith Noise, Eksekusi Ide Kreatif di Reruntuhan Tembok SMK

Sekumpulan seniman mural Ambarawa adakan Black Smith Noise, di gedung bekas SMK Dr. Tjipto Ambarawa, Sanggrahan, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu (12/08). Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menuangkan ide kreatif seniman, baik dalam bentuk seni visual maupun musik. Ada 43 peserta dari 10 kota atau kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ketika Aslo berkunjung ke sana, tampak setiap sudut tembok sisa gedung dihiasi dengan berbagai macam jenis gambar. Mulai dari tipografi, sketsa wajah, grafis, dan lain sebagainya. Reruntuhan itu berubah menjadi karya seni yang dinikmati pengunjungnya. Tidak hanya gambar, kegiatan itu juga diselimuti atmosfer puluhan anak muda yang hanyut dalam penampilan band idolanya.

Ada 12 band lokal yang tampil dalam Black Smith Noise. Sejumlah band itu berasal dari Komunitas Musik Ambarawa (KMA). Sementara Black Smith Noise sendiri terselenggara berkat donasi sejumlah anak muda demi kebebasan berekspresinya. “Ya intinya, sebenarnya acara ini sebuah acara sosial untuk anak-anak muda,” kata Ketua Panitia Black Smith Noise, Wisnu Aji Sasaka.

Sejak awal Black Smith Noise memang diselenggarakan untuk menuangkan karya, sekaligus memperluas jaringan antar seniman. Hal tersebut dapat diketahui melalui partisipasi peserta maupun pengunjungnya. “Acara ini asik ya, soalnya acara yang menggabungkan antara band dan graffiti (baca: mural –red) itu jarang sekali,” kata seniman mural asal Magelang, yang lebih senang disebut Heroes itu.•

Pewarta: Amos Allister.
Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close