Puisi

Buah

Oleh: Putri Yunarti

Mengusik-usik siapa tahu dapat simpadan
Eh, simpadan atau sepadan?
Yang ditunggu telah datang, semua seolah tak bernyali menjawab
Saat jauh terasa geli, tapi saat dekat tak berbentuk lagi
Penyatuan ini, perpaduan seringing
Aku lemah, tapi ku dapat hadiah buah
Kuuncupan bunga bermekaran menunjukkan jatinya, elok rupawan

Aku mengucap sumpah janji menjadi bungah
Meninggalkan yang kuanggap baik, dan menelan mentah-mentah yang kulihat
Aku hanya satu bagian yang tak bisa direlakan lagi hilangnya
Dengan sekian banyak kekacauan, aku mengucap janji lagi
Untuk semua kesempatanku aku berterimakasih
Aku tak akan mengucap janji lagi, dengan kesempatan yang berbeda
Tidak ada janji untuk apapun

Aku hanya akan melihat kemudian tenggelam bersama
Terlihat hal yang baru dan belum pernah terjamah
Anugrah, mari bersulang dengan panen ini
Semua kudapatankan, semua kuenyahkan
Aku menyelami, aku pula yang menyesali
Mengungkapkan sebuah arti

Bungas, 18 Maret 2018

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close