Ulasan

Dialek Anak Jaksel dan Campur Kode Dalam Bahasa Tutur

Campur kode menarik perhatian publik karena dianggap “berbeda” dari bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Alexio Alberto Cesar

Baru-baru ini muncul fenomena dialek Anak Jakarta Selatan (Jaksel), dimana dalam percakapan sehari-hari penuturan Bahasa Indonesia sering kali dicampur dengan Bahasa Inggris. Sekalipun tidak dapat digeneralisir untuk semua orang yang ada di Jaksel, beberapa istilah seperti probably, even though, which is, skeptical, atau prefer tampak sering muncul dalam sebuah percakapan.

Sebenarnya, pencampuran bahasa dalam sebuah perbincangan bukanlah hal yang aneh. Fenomena ini sudah lama terjadi, dan tidak hanya terjadi di Jaksel saja. Namun, hal ini menjadi perhatian publik karena viralnya fenomena tersebut di media sosial. Pencampuran bahasa seperti ini dalam ilmu linguistik dikenal dengan istilah campur kode (code mixing).

Campur kode merupakan penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa, seperti pemakaian klausa, kata, atau idiom. Redaktur Bahasa Liputan6, Fadjriah Nurdiarsih mengatakan, selain campur kode, ada juga istilah alih kode (code switching). Alih kode adalah penggunaan bahasa lain atau ragam bahasa lain pada satu percakapan untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain, atau karena adanya partisipan lain.

Campur Kode Merusak Bahasa?

Dewasa ini, ada beberapa hal yang dapat dilihat sebagai penyebab munculnya fenomena pencampuran bahasa, atau secara khusus dalam hal ini Bahasa Inggris. Bila diperhatikan, Bahasa Inggris adalah bahasa internasional dan sudah menjadi tuntutan untuk mengikuti perkembangan global. Namun di sisi lain, campur kode juga digunakan untuk mengangkat derajat si pengguna bahasa demi menunjukan misalnya status sosial, kehormatan, atau tingkat pendidikan.

Fenomena seperti itu sebenarnya juga dapat dinilai sebagai gejala positif atau negatif. Bila dilihat secara positif, apa yang dilakukan anak Jaksel bukanlah suatu yang berbahaya. Hanya semacam tren. Kita dapat melihat ini sebagai cara untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Keberanian dalam menggunakan Bahasa Inggris membuat mereka menjadi terbiasa bila harus berkomunikasi dengan teman dari mancanegara.

Kemudian apabila hendak ditimbang sisi negatifnya, mula-mula kita dapat melihat bahwa penggunaan bahasa Indonesia pada dasarnya sudah diatur di dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Apa yang dilakukan oleh para pendiri bangsa dalam perumusannya, seluruhnya hendak mengajak kita sebagai generasi penerus bangsa untuk merawat warisannya. Bahasa Indonesia adalah salah satunya, dan semua juga tahu kalau itu adalah bahasa ibu. Maka dari itu gunakanlah Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi di wilayah Indonesia.

Tidak ada salahnya bila ingin menggunakan bahasa asing, atau Bahasa Inggris khususnya. Namun, sebagai penutur yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu waktu dan tempat. Saat bertemu dengan wisatawan asing dan kita perlu memandunya, atau saat bertemu dengan teman yang berasal dari Amerika, maka kita perlu menyesuaikan bahasa. Kebanggaan menjadi warga Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.•

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close