Gaya Hidup

Divisi Tiang Salatiga, Gigih Tapi Tak Punya Skate Park

Gagal itu proses! Dan hal tersebut sudah menjadi konsekuensi logis di mata skateboader Divisi Tiang Salatiga. Tapi, punya pandangan seperti itu saja tentu tidak cukup. Perlu dukungan untuk mereka, agar asanya tak berhenti di angan-angan saja.

Rio Hanggar Dhipta

Sekelompok anak muda yang tertarik dengan olahraga ekstrem itu menyebut dirinya Divisi Tiang Salatiga, sebuah komunitas anak muda di Salatiga yang gemar bermain skateboard. Pada awal 2000-an terdapat banyak skateboarder yang tersebar di Salatiga. Aktivitas mereka dapat ditemui di Kridanggo, Banyu Putih, depan SMP Negeri 1, dan di beberapa titik di Salatiga.

“Sekitar tahun 2006 kemudian kami kompak menjadi satu,” ungkap Daniel Widita, salah satu skaterboarder Divisi Tiang Salatiga yang kerap disapa Dida.

Setelah terlebur menjadi satu itu lah kemudian Divisi Tiang Salatiga terbentuk. Nama Divisi Tiang Salatiga sendiri diambil dari kata tiang. “Maksudnya, adalah tiang yang akan memayungi olahraga ekstrem di Salatiga, semacam pilar bagi kami,” kata Dida.

Divisi Tiang Salatiga mengakomodir anggota dari lintas generasi. Mulai dari anak SMP, SMA, hingga yang sudah kerja pun ada. Komunitas itu memang tak ingin memberi sekat bagi siapa saja yang tertarik dengan skateboard. Sekarang ini aktivitas Divisi Tiang Salatiga terlihat di Selasar Kartini Salatiga, atau lebih tepatnya di bagian pojok, seberang toko akuarium Podo-Podo.

Salah satu agenda tahunan yang dikoordinir Divisi Tiang Salatiga ialah Go Skateboarding Day. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menyambut hari skateboard internasional yang diperingati tiap 21 Juni. “Sebelum merayakan Go Skateboarding Day, kita biasanya melakukan renovasi tempat, kita menambal tegel-tegel yang rusak, atau tembok-tembok dari dana patungan,” ungkap Dida.

Dida juga menceritakan bahwa dulu skateboarder di Salatiga pernah dijanjikan taman bermain skateboard (Skate Park) oleh pemerintah di daerah Bendosari. Namun demikian, janji tersebut sampai sekarang belum ada realisasinya.

Gagal Itu Proses

Mulanya, aktivitas Divisi Tiang Salatiga tidak berjalan mulus. Dida mengungkapkan bahwa mereka sering diusir saat bermain skateboard. Di Selasar pun dulunya mereka sering bersinggungan dengan Satpol-PP, namun sekarang mereka bisa menempati tempat tersebut walau tidak mendapat izin langsung dari pemerintah.

Kegiatan skateboard yang terlihat “keren” di kalangan anak muda itu sebenarnya tidak melulu soal gaya dan tren. Dida bercerita bahwa, terdapat banyak hal di balik kegiatan aktivitas para skateboarder itu sendiri. Salah satu bagian terpenting saat bermain skateboard ialah soal pandangan filosofisnya, yang tak banyak diketahui orang. Melalui skateboard Dida memahami arti sebuah proses. “Gagal itu proses,” katannya.

Giat berlatih akan menghasilkan trik yang menarik. Beberapa orang yang menggemari olahraga ekstrem biasanya merasakan bahwa trik yang dicoba secara terus-menerus, tidak selalu menghasilkan sebuah trik yang diingini. Maka dari itu, berlatih skateboard pun diajarkan bagaimana skateboarder harus bisa menghasilkan trik yang baik dan terlahir dari konsistensi.

“Setelah bisa menghasilkan satu trik apakah selesai? Tidak. Kita harus konsisten mengasahnya agar semakin bisa,” terang Dida.

Skateboard
Sulistiyono (alias Sulistumo) saat memecahkan rekor Ollie di atas 10 papan skateboard, dalam Go Skateboarding Day 2017, di Selasar Kartini, Salatiga (Foto: Dok. Divisi Tiang Salatiga).

Kapan Bangun Skate Park?

Awalnya bermain skateboard dianggap sebagai aktivitas sampingan atau hanya untuk mengisi waktu luang. Namun, sekarang Dida dan kawan-kawan menganggap skate adalah satu bagian dari gaya hidup. “Aku nggak skate, rasanya ada yang kurang,” katanya.

Dewasa ini, beberapa anggota Divisi Tiang Salatiga pernah mendapat peringkat di berbagai macam kejuaraan di tingkat lokal. Bahkan, kini ada salah satu anggota yang sedang merintis karir di kancah internasional, dengan berangkat ke Jepang untuk mengikuti kontes skateboard di negeri Sakura itu.

Divisi Tiang Salatiga berharap pemerintah dapat segera mewujudkan janjinya untuk membangun Skate Park. Mereka berharap bakat yang sudah terasah selama ini bisa menjadi semakin baik bila didukung fasilitasi yang memadahi. Dukungan pemerintah berupa Skatepark sangat diimpikan, mengingat pengembangan kemampuan (skill) yang dilakukan Divisi Tiang Salatiga bukan sekedar main-main.•

Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Rio Hanggar Dhipta

Sesuatu yang berasal dari pembuahan laki-laki dan perempuan yang sekarang menjelma menjadi seorang pemuda dan akan tetap muda sampai nantinya. Tertarik pada sesuatu yang dianggapnya menarik.Panjang umur segala hal yang baik.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close