Seni dan Budaya

Garin Nugroho Kembali Membuka Ruang Kreatif

Ruang Kreatif didirikan Garin Nugroho untuk mewadahi ide dan proses berkarya seniman muda.

Galih Agus Saputra

Produser sekaligus sutradara, Garin Nugroho kembali menyelenggarakan Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia. Melalui program yang telah berjalan selama 3 tahun itu, Garin hendak melibatkan instruktur dari seniman profesional untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam menangani proyek seni kolaboratif. Sebagai pembuka, Garin menggelar lokakarya Bincang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia, di Denpasar, Bali, (28/9).

“Di tahun ke-3 ini, kami akan mengadakan roadshow di Pekanbaru, Solo, Bali, dan Makassar. Roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan ini akan menjadi forum sharing (baca: berbagi –red), belajar, dan inspiratif. Dengan topik perbincangan Mengelola Kreativitas dan Produktivitas dalam Berkarya, kami harap program ini dapat membuka wawasan bagi para seniman-seniman muda yang ingin menampilkan karyanya,” kata Garin, yang pada kesempatan ini memimpin Garin Workshop.

Seni Pertunjukan
Garin Nugroho (kiri) saat menyampaikan materi dalam Bincang Kreatif Seni Pertunjukan 2018, di Denpasar, Bal (Foto: Dok. Panitia Ruang Kreatif).

Selain berkolaborasi dengan seniman yang telah dikenal di kancah seni pertunjukan, pada kesempatan ini Garin juga bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. Mereka kemudian menghadirkan serangkaian program mulai dari roadshow, seleksi proposal pengembangan proyek seni, pitching forum, lokakarya, mentoring proses produksi seni pertunjukan terpilih, hingga pementasan yang akan dilakukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Kesempatan Bagi Seniman Muda

Seleksi proposal proyek seni merupakan program unggulan Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia. Para seniman muda dapat mengikutinya dengan mengirimkan proposal mulai dari 12 September hingga 31 Oktober 2018. Proposal yang masuk selanjutnya akan diseleksi, dan yang terpilih dapat mengikuti lokakarya dengan diwakili pimpinan produksi. Pengirim proposal terpilih juga mendapatkan materi tentang penulisan ide, wawasan teknis, cara membuat, dan mengomunikasikan sebuah proposal, serta mengelola manajemen dalam sebuah produksi seni pertunjukan.

“Kami melihat banyaknya potensi karya-karya bagus yang dibuat oleh para seniman muda, namun sulit mendapat kesempatan untuk tampil karena kurangnya kemampuan mempresentasikan konsep dan karyanya ke pihak pendukung. Dengan adanya rangkaian program ini, dan adanya proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri profesional ini, diharapkan menjadi ajang pembelajaran para pimpinan produksi muda dalam mempresentasikan konsep dan karya seni pertunjukannya,” tambah Garin.

Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian mengatakan jumlah proposal yang masuk semakin bertambah sejak diselenggarakan pada 2016. Kualitas produksi dan karya yang ditampilkan peserta terpilih pun semakin membaik. “Kami harap, di tahun ketiganya, semakin banyak lagi para seniman muda yang berpartisipasi dalam program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia,” imbuhnya.

Seni Pertunjukan
Pendiri Mila Art Dance, Mila Rosinta menceritakan pengalamanya mengikuti program Ruang Kreatif, dalam Bincang Kreatif Seni Pertunjukan 2018, di Denpasar, Bali (Foto: Dok. Panitia Ruang Kreatif).

Dalam roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan yang diadakan di empat kota itu akan dihadirkan sejumlah seniman senior yang berbakat di bidangnya. Ada Eko Supriyanto, Rama Soeprapto, Iswadi Pratama, dan Ayu Laksmi. Tak ketinggalan pula, beberapa peserta terpilih di penyelenggaraan sebelumnya pun turut hadir, seperti Otniel Tasman dari Otniel Dance Community, Mila Rosinta dari Mila Art Dance, Maharani dari Maha Dance, dan Meyda Bestari dari Flying Balloons Puppet.

“Ruang kreatif dapat menjadi jembatan untuk komunitas seniman muda lebih dikenal oleh masyarakat luas. Karena melalui program ini, komunitas tersebut dikelola dengan publikasi yang lebih baik seperti live streaming (baca: siaran langsung –red). Kelebihan lainnya, para seniman dari program ini bisa mengoptimalkan karyanya dengan didampingi para mentor yang sudah berpengalaman di bidangnya. Semoga alumni program ini dapat menjadi inspirasi dan berbagi pengetahuan kepada komunitas muda di daerahnya,” ujar Rama Soeprapto.•

Redaktur: Alexio Alberto Cesar.

Facebook Comments
Tag

Galih Agus Saputra

What you can do is just control the ship, not the ocean!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close