Otomotif

Harta Karun dari Negeri Seberang

Dari kendaraan yang terlantar, dibedhel jadi tunggangan siap Off Road.

Setyaji Rizky Utomo

Beberapa tahun silam, Mercedes Benz G-Class itu jadi kendaraan terlantar di Brunei Darussalam. Sayangnya, kebanyakan orang di sana tidak sadar kalau mobil itu, di balik tampangnya yang rongsok, sebenarnya adalah harta karun. Hingga akhirnya, Nara Dewa jadi orang yang berani membawanya pulang ke rumah.

Jelas kendaraan 4×4 asal Jerman itu terbengkalai. Dan, begitu diusut lebih jauh, mesin dan kotak transmisi (gearbox)-nya ternyata sudah tidak ada. Sepertinya rusak dan suku cadangnya sukar didapat di sana.

Daripada kendaraan itu mengalami kejadian serupa, Nara Dewa lalu memutuskan untuk mengganti mesin dan gearbox, yang suku cadangnya mudah didapat. “”Kebetulan di sana banyak mesin Isuzu 4JG2 dan aplikasinya juga tidak sulit saat dikawinkan dengan dudukan mesin G-Class,”” jelasnya.

Terdiam bertahun-tahun, kondisi GClass itu pun hampir dipenuhi karat. Seluruh bodinya keropos, sementara untuk cari bodypart yang masih bagus di sana cukup susah. Apalagi, menurut Nara Dewa atau yang akrab disapa Nanang, unit itu adalah satu-satunya di kotanya. Walhasil, banyak bagian yang harus dirombak.

Terjun IOX

Niatnya, Nanang ingin merestorasi kendaraan Jerman itu sebagai kendaraan harian. Tapi, hatinya berkata lain. Ia menuruti hobi dan G-Class itu akhirnya dirombak menjadi kendaraan Off Road. “Saat itu, saya berbikir kapan lagi ada G-Class yang dipakai Off Road di sana,”” ucap Nanang, yang akhirnya membawa G-Class itu hijrah ke Pulau Jawa.

Mercedes Benz G-Class
Infografis: Radik Karis

Berhubung niatnya membangun mobil Off Road, Nanang merombak (custom) bodi mobilnya dengan bahan yang lebih ringan. “”Semua pintu dan beberapa panel diganti dengan bahan aluminium dan kanvas yang membuat bobot G-Class jauh lebih enteng,”” tambah Rahmat Arif Dwiputra, yang saat ini mendapat lungsuran G-Class dari sang ayah.

Beruntung, sekaligus tanpa sengaja, pengurangan bobot itu menjadi sangat berguna untuk Nanang kala ia memutuskan untuk tampil di Indonesia Off Road Expedition (IOX) 2012. Dalam gelaran itu, Nanang harus membawa beban yang sangat banyak dan harus menempuh medan Off Road selama dua minggu. ““Itu saja transmisi otomatis Isuzu masih sering bermasalah saat dipakai Off Road dengan beban berat,”” terang Arif.

Sepulang IOX, tunggangan Arif harus kembali opname karena harus ganti transmisi manual milik Isuzu 4JG2. “”Sekarang sudah tidak pernah ada kendala gearbox di hutan,”” imbuh Arief, sambil terkekeh-kekeh.

Sudah terlanjur di-bedhel (baca: dirombak) menjadi kendaraan Off Road, Arif tetap mempertahankan kondisinya. Ia sudah tidak ada niat untuk merestorasi G-Class itu ke kondisi semula. ““Mau gak mau deh. Mending harian pakai kendaraan harian. Lalu waktu Off Road pakai kendaraan ini saja,”” katanya, sambal tertawa.

Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close