Otomotif

Honda Beat Salah Asuh

Jika anda mencoba Honda Beat yang satu ini, bersiaplah menjadi pusat perhatian saat berhenti di lampu merah.

Setyaji Rizky Utomo

Bagaimana jika Honda Beat diajak melibas jalur ekstrem? Kebanyakan pasti ragu karena sejak lahir motor ini dikategorikan sebagai skuter-matic untuk keluarga dan berkendara di jalanan kota. Tapi, itu semua tampaknya hanyalah rumor, dan seiring berjalannya waktu, kebanyakan pengendara yang tak ingin motornya terlihat standar memodifikasi dari yang paling sederhana: mengganti sektor kaki-kaki dengan velg 17 hingga lowrider.

Namun, berbeda dengan Honda Beat yang satu ini. Lebih jangkung tapi kenyamanannya tetap terjaga saat digunakan harian. Ialah Oksa Lisyanto, yang hobi turing dan telah mengubah Honda Beat-nya dengan konsep petualang (adventure).

Mulai dari sektor kaki-kaki, Oksa menggunakan velg Rossi ring 16, kemudian dibalut dengan ban belakang ukuran 120/70, dan ban depan ukuran 100/80. Kemudian, agar tidak mengurangi kenyamanan berkendara di “aspal merah”, suspensi depan-belakangnya dibuat lebih tinggi 8 cm. Khusus suspensi belakang Oksa menganibal Yamaha Xride. Swing Arm bawaannya juga pensiun dini dan diganti bawaan Vario 125. Itu semua ia lakukan karena dianggap lebih nyaman, sekaligus dapat meredam getaran saat perjalanan.

Oksa juga memaksimalkan tarikan Honda Beat generasi pertama itu. Karburatornya masih standar untuk kapasitas mesin 110 cc, tipe Single Overhead Chamshaft (SOHC). Tapi, pada bagian Continously Variable Transmission (CVT), ia menggunakan puli racing dari Thailand dan dikolaborasikan dengan kampas kopling ganda Kawahara. Kampas kopling ganda tersebut menyalurkan sekaligus memutuskan tenaga putaran mesin dari CVT depan ke belakang.

Tak Ramping Lagi

Knalpot bawaan Honda Beat itu pun turut kena getahnya. Oksa menggantinya dengan knalpot Ninja 250 generasi pertama, yang dipercaya dapat memaksimalkan gas buang dari dapur pacu. Kesan ramping pada Honda Beat pun hilang karena ukuran knalpot Ninja 250 jauh lebih besar, meski suaranya tetap halus dan tidak bising.

Honda Beat aslo.co
Infografis: Agus Handoko

Oksa menanam enam buah lampu LED berdaya 5 watt di pipa plastik untuk sektor penerangan. Pipa tersebut dirangkai (custom) sendiri olehnya dan ditempel dekat suspensi depan. Meski sangat riskan terkena benturan saat perjalanan, Oksa menganggap penggunaan pipa plastik itu merupakan pilihan tepat, karena materinya ringan namun kuat.

Motor bergaya adventure memang tak lengkap jika tanpa bracket. Bagian ini sangat penting untuk menambah kapasitas bagasi, terlebih lagi saat bepergian jarak jauh dan memakan waktu cukup lama. Wingrack lokal pun ikut dipasang Oksa, walaupun tak ada bagasi (box) tambahan di bagian belakangnya.

Agar bagian depan tidak terlihat ramping, ada pelindung tangan (hand guard) yang membuat sang pengendara lebih aman saat berkendara di jalan. Bagian ini juga menjadi tempat lampu sein tambahan. Sementara lapisan kulit di bagian depan, dan bodykit di bagian bawah semakin membuat sepeda motor itu jauh dari kesan ramping.

Pahit Getir Sang Juara

Selain dipakai harian dan turing, Honda Beat satu itu juga telah beberapa kali mengikuti kontes modifikasi. Ironinya, beberapa saat sebelum terjun ke dalam gelaran tersebut, Oksa mengalami insiden kecelakaan lalu-lintas yang terjadi pada akhir 2014. Kala itu, ia sedang melakukan perjalanan dari Salatiga menuju pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur yang menjadi salah satu agenda tahunan Never Naugthy Community (NNC) Salatiga.

Oksa tak mengalami cedera dalam kecelakaan itu. Namun, kerusakan pada motornya cukup parah dan harus menginap di Unit Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Boyolali, Jawa Tengah. Usai kejadian itu, Oksa bangkit untuk memperbaiki motornya dan mempercayakannya pada bengkel Qlap Salatiga.

Setelah keluar dari masa penyembuhan itulah, Oksa dengan motor kesayangannya mulai mengikuti beberapa kontes modifikasi motor, di antaranya piala Gubernur Jawa Tengah (2014) dan Anniversary Honda Street Fighter Club Indonesia (2016) di Semarang, Jawa Tengah. Melalui dua kontes tersebut, Oksa dan kesayangannya tampil sebagai juara.•

Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close