Nasional

Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Sempat Dilacak Rosenschein Lewat FlightRadar24

Kabar duka kembali datang dari dunia penerbangan. Pesawat Lion Air JT-610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Mulanya, pesawat Lion Air JT-610 dikabarkan akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir. Posisi terakhir pesawat tersebut berada di koordinat 05 48.934 S 107 06.384 E.

Pesawat JT-610 yang jatuh merupakan pesawat series Boeing 737 yakni Boeing 737 Max. Dikabarkan pula bahwa pesawat sempat mengalami hilang kontak 13 menit setelah lepas landas. Pesawat Lion Air JT-610 juga sempat akan kembali lagi ke Bandara Soekarno-Hatta, namun tidak segera datang. Dan Basarnas telah memastikan pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Perairan Karawang. Setidaknya, pesawat itu membawa 178 penumpang, 1 anak-anak, 2 bayi, dan 7 orang awak pesawat.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa Lion Air JT-610 tergolong masih baru karena pesawat itu baru dua bulan beroperasi. Pesawat itu pertama kali mengudara tepatnya pada 18 Agustus 2018 lalu, dimana harga Pesawat Boeing 737 Max rata-rata dijual dengan harga USD 117,1 juta atau setara dengan Rp 1,78 triliun.

Pakar penerbangan asal Inggris, Alastair Rosenschein telah melihat data penerbangan Lion Air JT 610 lewat FlightRadar24 sebelum akhirnya jatuh. Rosenschein melihat ada perubahan drastis dari ketinggian pesawat. “Sepertinya ada masalah pada kontrol,” kata Rosenschein dalam wawancara dengan CNN International seperti dilansir dari CNN, Selasa (30/10).

Ia menungkapkan bila ini masih berupa spekulasi karena Black Box (Kotak Hitam) masih belum ditemukan. Ia berasumsi bila bukan karena kondisi cuaca atau kesalahan awak (human error) sebagai penyebab jatuhnya pesawat, bisa saja terdapat masalah pada sistem. Black Box menjadi sumber informasi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang.

Lion Air adalah maskapai penerbangan swasta nasional asal Indonesia yang didirikan pada 15 November 1999 dan mulai mengudara pada 30 Juni 2000, dengan penerbangan pertama dari Jakarta ke Pontianak menggunakan pesawat tipe Boeing 737-200. Kini, Lion Air telah beroperasi dengan 183 rute penerbangan yang terbagi dalam rute domestik, dimana telah menyebar hingga seluruh Indonesia. Dan memiliki rute penerbangan Internasional seperti, Cina, Singapura, Arab Saudi, dan Malaysia.

Dalam perkembangannya, Lion Air telah menambah rute karena melihat pasar penerbangan di Indonesia sangat baik. Memiliki pesawat sejumlah 112 armada yang terbagi dalam beberapa tipe seperti Boeing 747-400, Boeing 737-800, Boeing 737-900 ER, dan Airbus A330-300, pada 2003, Lion Air melebarkan sayapnya dengan menambah anak perusahaan dengan rute yang tidak begitu padat, dengan menggunakan Wings Air. Kemudian, pada 2012 dikembangkan lah Malindo Air yang merupakan anak perusahaan penerbangan yang berada di Malaysia.

Pewarta: Aleixo Alberto Cesar
Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close