Film

Joe, Rocker Dari Kampung Balik ke Kampung

Rocker Balik Kampung merupakan film terbaru dari MSH Films. Tiga unsur utamanya: musik, sejarah, dan humanis.

Galih Agus Saputra

Joe Santani sedang galau dengan karir bermusiknya. Ia rocker di Ibu Kota yang mulai kehilangan arah dan tujuan sekaligus sentuhan kreatifitas. Ibarat petinju, ia sudah loyo. Ibarat bunga, ia tengah layu. Lesu.

Hingga pada suatu waktu, tibalah seseorang dari masa lalu bernama Ujang. Ia diutus Ketua Kampung Sinar Asih, Abah Rahman dan membawa pesan yang intinya meminta Joe untuk pulang ke kampung halaman.

Lalu, berangkat lah Joe sembari berharap dapat menemukan inspirasi untuk memperbaiki arah dan tujuan. Sialnya, persoalan Joe malah semakin pelik setiba di kampung halaman.

Di satu sisi, Kampung Sinar Asih mengalami krisis minyak tanah, ditambah kondisi kesehatan Abah Rahman kian memburuk dan tidak memungkinkan untuk memimpin warga desa untuk melewati krisisnya.

Di sisi lain, Joe juga sempat bertemu dengan perempuan yang di masa lalu punya banyak kenangan dengannya. Namanya, Andini, dan Joe yang semula sudah susah, kini semakin runyam.

Rocker Balik Kampung Aslo
Dari kiri ke kanan: Bisma Karisma sebagai Gani, dan Winky Wiryawan sebagai Joe Santani dalam satu adegan Rocker Balik Kampung (Foto: Dok. MSH Films)

Narasi di atas merupakan sinopsis dari Rocker Balik Kampung. Film itu digarap MSH Films setelah sukses dengan film pertamanya Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015). Produser MSH Films, Nayaka Untara mengaku ingin mengangkat kembali kejayaan musik rock di Indonesia, sekaligus mengingatkan masyarakat tentang budaya Indonesia, khususnya Sunda.

Gambaran Kehidupan

Percampuran dua budaya itu lantas dikemas Untara dalam cerita ringan, sederhana, dan diharap dapat lebih mudah diterima masyarakat. “Seorang bijak pernah berkata, film bukan sekadar sebuah gambar hidup namun adalah sebuah gambar kehidupan. Inilah yang ingin kami sampaikan kepada penonton film Indonesia bahwa tidak semua budaya dari luar itu buruk, tetapi tergantung bagaimana kita menyikapinya,” jelas Untara, saat konferensi pers di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, (5/7).

Sang Sutradara, Uli Rahman juga menambahkan, “sesukses apapun kita, jangan pernah melupakan asal muasal kita. Karena kita semua terlahir untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk sesama”.

Rocker Balik Kampung Aslo
Di balik layar pembuatan Rocker Balik Kampung (Foto: Dok. MSH Films)

Dalam karyanya kali ini, Untara dan Rahman mendaulat Bisma Karisma untuk berperan sebagai Gani. Ada juga Winky Wiryawan yang mendapat peran utama sebagai Joe Santani, dan Maryam Supraba yang memerankan Andini. Naskah Rocker Balik Kampung digarap Rahman bersama putra sulung Mendiang Didi Petet, Getar Jagatraya dan mengedepankan tiga unsur utama yaitu musik, sejarah dan humanis.

Ketiga unsur itu menjadi dasar terciptanya Rocker Balik Kampung, sebuah film drama komedi yang menghadirkan nilai positif akan keberagaman. Rocker Balik Kampung mulai tayang di bioskop seluruh tanah air, pada 12 Juli 2018.•

Facebook Comments
Tag

Galih Agus Saputra

What you can do is just control the ship, not the ocean!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close