Puisi

Kelopak

Oleh: Putri Yuniarti

Aku mengambil sepal untuk mengganjal mulut
Tak jua berhenti kata-kata ini keluar
Walau lidah mulai kelu nan tangan mulai kaku
Seindah yang dimau dan sejenak tak berjuntu
Nanti jadikan yang terbaik, tetap dengan nasehat yang sama
Ketika sedang kuncup-kuncupnya semua berharap cepat mekar
Tak lagi mau menerka, entah soal baik atau buruknya
Yang jelas adalah ha ha ha nya
Na na na kadang bisa la la la la

Alunan musik yang mengalapkan jiwa
Angserkan raga bagai pertautan antara para pujangga
Menyatu dalam paduan bagai tak terelakan terpisah kembali
Sebuah cekungan, lengkung yang lembut menyatu
Akulah kecantikan yang paripurna
Dongakkan kepalamu ke angkasa, aku akan terlukis diantara mega-mega
Mendung yang tak kuasa dibendung

Jangan kau siram terlalu banyak air, aku bisa mabuk di sana
Zaman tak pernah menolak kita bersama
Kita akan menyatu selamanya dengan siklus yang masih terjaga
Tanpa tertinggal dari angka dan aksara dari padanya

Bungas, 16 Maret 2018

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close