Seni dan Budaya

Mbak dan Mas Duta Wisata Salatiga 2018: Proses Lebih Penting Ketimbang Hasil

Minim pengetahuan tak menjadi soal untuk Sang Juara. Justru kekurangan itu lah, persoalan yang dapat diputar kedudukannya. Pingkan dan Alvaro menjadi salah satu bukti bahwa, minat belajar adalah kunci sukses untuk menduduki posisi Mas dan Mbak Duta Wisata Salatiga.

Galih Agus Saputra

Malam itu, Jumat (31/8), boleh jadi adalah malam yang tak pernah terlupakan, dan begitu penting bagi Pingkan Saktiani Pinatis dan Kevin Alvaro. Bagaimana tidak, ratusan pasang bola mata hadirin tertuju padanya, dan setelah beberapa saat menunggu kirab Paguyuban Duta Wisata (Pandawa) Salatiga, akhirnya mereka dinobatkan sebagai Mbak dan Mas Duta Wisata Salatiga 2018.

Mbak Duta Wisata Salatiga 2017, Bianda Paramartha yang berjalan sambil membawa mahkota kemudian menghentikan langkahnya, dan menyematkan mahkota itu di kepala Pingkan. Begitu juga dengan Mas Duta Wisata Salatiga 2017, Agung Wijaya menyerahkan tongkat yang digegamannya setahun belakangan kepada Kevin, sebagai simbol peralihan masa bakti Duta Wisata.

Hadirin lalu hanyut dalam sorak sorai dan kegembiraan. Animo memuncak, diiringi kerasnya tepuk tangan hadirin yang riuh di seluruh sudut ruangan. Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga ramai betul kala itu, sekalipun waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Sementara di sisi lain, Aslo tidak mau kehilangan kesempatan. Setelah penyerahan hadiah dan prosesi penutupan, merapat lah kami dihadapan Kevin dan Pingkan yang tak enggan berbagai pengalaman.

Menikmati Proses, Hasilnya Belakangan

Kepada Aslo, Pingkan mengaku mulanya belum terlalu serius untuk mengikuti pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Salatiga 2018. Ia diajak teman, dan setelah melewati tahap karantina dan proses pembekalan menjadi tahu banyak hal yang harus dipersiapkan. “Jadi dari situ saya belajar, oh ternyata kota Salatiga seperti itu, seperti ini. Bagaimana pariwisatanya, bagaimana cara mengembangkannya. Kemudian di sisi lain, bukan hanya belajar dari pariwisatanya saja, tetapi belajar juga tentang kepribadian, dan Bahasa Jawa,” terangnya.

Pingkan juga mengatakan, proses pembekalan tidak hanya membantunya untuk meraih posisi Mbak Duta Wisata Salatiga 2018. Hal tersebut sangat penting, khususnya ketika nanti ia diutus mengikuti pemilihan Duta Wisata Jawa Tengah. “Jadi dengan hasil yang seperti sekarang ini, ke depannya saya terdorong untuk melakukan yang lebih baik, khususnya untuk membawa nama kota Salatiga,” imbuh Pingkan.

Begitu juga dengan Alvaro yang mengatakan bahwa, ia sebenarnya ingin mengikuti Pemilihan Duta Wisata Salatiga tahun lalu. “Tahun ini saya tidak ada persiapan sama sekali. Istilahnya hanya mengikuti saja karena ingin mencoba. Tetapi dalam prosesnya ternyata banyak hal yang dapat saya pelajari, terutama tentang sejarah, dan kulturnya kota Salatiga. Persiapannya sungguh luar biasa, terutama masa-masa karantina, wawancara, dan tes tertulis. Banyak banget yang saya rasakan saat itu,” katanya.

Pingkan dan Alvaro yang tidak berasal dari Salatiga sadar akan kekurangnya. “Kalau berkaca dari kami, kami berdua bukan orang asli Salatiga. Jadi kami berpikir bahwa, kemampuan kami, pengetahuan kami masih kurang dibanding peserta lainnya. Oleh karena itu kami harus berjuang dan belajar hingga mendapat hal seperti ini. Kalau saya sendiri aslinya dari kota Malang,” terang Alvaro.

Setelah terpilih menjadi Mbak Duta Wisata Salatiga 2018, Pingkan yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara akan berusaha lebih banyak belajar untuk mengenal Salatiga. “Supaya nanti ketika membawa nama kota Salatiga di tingkat Jawa Tengah itu kami mampu memberikan yang terbaik. Sampai saat ini, pokoknya kagum terus dengan kota Salatiga, baik dari sejarah, pariwisata, dan berbagai kultur di dalamnya,” imbuhnya.•

Redaktur: Alexio Alberto Cesar.

Facebook Comments
Tag

Galih Agus Saputra

What you can do is just control the ship, not the ocean!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close