Kuliner

Mbak Toen, Spesialis Kolak Ketan dan Pecel Keong

Bagi Kanca Dahar yang gemar dengan menu ikan air tawar, Rumah Makan Mbak Toen mungkin bisa jadi salah satu pilihan. Letaknya tidak jauh dari Salatiga dan Ambarawa, hanya 20 sampai 30 menit saja sudah bisa sampai di sana.

Alexio Alberto Cesar

Di tepi jalan Muncul, sebuah kawasan wisata pemandian di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ada sebuah rumah makan yang selalu ramai diserbu pengunjung. Namanya Rumah Makan Mbak Toen, dengan menu andalannya Pecel Keong dan Kolak Kentan.

Mbak Toen ialah sapaan akrab dari Romjatoen. Katanya, rumah makan yang dikelolanya itu sudah berdiri selama 25 tahun. “Dulu saya ikut ibu mertua (Salami –red). Awalnya, ibu hanya menjual pecel saja. Lalu, Ibu bepikir untuk menambah keong di dalamnya dan ternyata laku. Disukai banyak orang. Kolak Ketan juga sudah ada dari masanya Ibu,” terangnya, sambil tersenyum.

Kuliner
Romjatoen atau yang akrab disapa Mbak Toen sudah membuka rumah makan, dengan menu andalan Pecel Keong dan Kolak Ketan selama 25 tahun, di Muncul, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Foto: Alexio Alberto Cesar).

Bumbu atau bahan dasar olahan masakan Mbak Toen menggunakan kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, sereh, laos, dan gula merah. “Semuanya alami, seperti kolak juga alami dengan gula aren yang digunakan. Dan pisang harus kepok, kalau enggak kepok kuning saya enggak mau,” tutur Mbak Toen.

Sementara untuk olahan ikan, Mbak Toen mengambilnya dari nelayan yang menjala di Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. “Saya ambil dari nelayan rawa. Sejak pagi, mereka sudah memberikan hasil tangkapannya ke sini,” imbuhnya.

Berburu Keong dan Belut untuk Pelanggan

Pecel olahan Mbak Toen menggunakan keong sawah. Ia juga mengatakan sering kewelahan untuk mendapatkannya. “Kalau saat kemarau sangat sulit dapat keong, karena sawah jadi kekurangan air. Bila di daerah sini tidak ada, kami cari sampai di daerah Ambarawa. Bahkan pernah sampai berhari-hari kami tidak dapat menyediakan keong karena kurangnya pasokan. Belut juga sulit dicari kalau musim kemarau, dan untuk pasokan belut, kami ambil dari Banyuwangi, Jawa Timur,” ucap Mbak Toen.

Keong Sawah direbus Mbak Toen di dapurnya dengan menggunakan tungku tradisional (Foto: Alexio Alberto Cesar).

Rumah makan Mbak Toen, tidak hanya menyediakan pecel keong dan kolak ketan saja. Ada menu lain seperti belut goreng, pepes munjahir, ikan bakar, ayam bakar, rempeyek udang, dan kripik belut. Untuk semua itu, harganya juga cukup terjangkau, mulai dari 10 hingga 15 ribu rupiah.

Mbak Toen juga mengungkapkan bahwa ia tidak akan membuka cabang untuk rumah makan yang dikelolanya. Bila ingin merasakan kenikmatan Pecel Keong Mbak Toen, Kanca Dahar bisa datang ke Muncul. “Dari dulu sudah berjualan di sini. Tidak akan dibuka cabang sampai kapanpun. Dan saat diteruskan anak atau cucu, lokasinya juga akan tetap di sini,” tutup Mbak Toen dengan mantapnya.

Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close