Gaya Hidup

Mengintip Proses Berkarya Pena Hitam Cabang Salatiga

Asasnya, mandiri dalam berproses, bebas dalam berkarya.

Rio Hanggar Dhipta

Kelompok perupa itu menyebut dirinya Pena Hitam Chapter (baca: cabang) Salatiga. Pena Hitam bukan komunitas atau organisasi, namun sebuah kolektif perupa yang di dalam tubuhnya tidak mengenal struktur organisasi. Christian Adi Candra, atau yang punya nama rupa RedBloodInk itu, mengungkapkan bahwa Pena Hitam merupakan wadah pegiat seni rupa untuk belajar bersama. Ia dan beberapa temannya membentuk Pena Hitam di Salatiga, pada 3 Maret 2017.

Pena Hitam sendiri sebenarnya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka memiliki chapter-nya masing-masing, dan tidak tersentralisir. Saat ditemui Aslo di Waroeng Lawas, Salatiga, kawan-kawan Pena Hitam menyambut hangat dengan obrolan ringannya, Minggu (26/8). Biasanya, sebelum berkumpul di Waroeng Lawas, Pena Hitam juga mengadakan pertemuan rutin setiap seminggu sekali, di kafe Godong Pring, Salatiga. Candra menambahkan bahwa, tidak ada kriteria khusus bagi siapa saja yang ingin bergabung di dalamnya.

“Siapapun, atau dari golongan apapun bisa bergabung dalam kelompok ini,” katanya.

Mandiri dan Bebas

Pena Hitam tidak mengenal batasan dalam berkarya. Candra menceritakan bahwa, selama ini banyak orang yang takut untuk bergabung, karena tidak bisa menggambar, misalnya, tengkorak. Ia kemudian mengatakan, jika tema dark art yang selama ini melekat pada Pena Hitam kurang tepat. “Sebenarnya, Pena Hitam tidak terbatas pada satu aliran (genre) saja. Pena Hitam kan ruang bersama untuk belajar lewat media gambar,” jelasnya.

Pena Hitam
Salah satu karya Christian Adi Candra berjudul “Modern Man” (Foto: Dok. Christian Adi Candra).

Pena Hitam mulanya berangkat dari pandangan Do It Yourself (baca: kerjakan sendiri). Pandangan tersebut, atau yang populer dengan akronim DIY, lambat laun kian dirasa cocok dan kemudian diadopsi menjadi nilai yang dianut. Luthfi yang punya nama rupa Luthfix itu menambahkan, Pena Hitam selain menganut nilai kemandirian, juga mengedepankan nilai kebersamaan. “Berangkatnya dari Punk,” sahut Candra.

Pena Hitam tidak membatasi proses berkarya anggotanya. Dalam hal proses, semuanya dikembalikan Pena Hitam kepada individu masing-masing dan tidak ada pemaksaan. “Dulu aku bisa menggambar karena suatu proses, belum tentu orang lain juga berproses seperti itu. Mereka juga punya jalan masing-masing,” ungkap Candra.

Berbasis Literatur

Sejauh ini, Pena Hitam juga mengangkat isu sosial dan lingkungan hidup dalam karyanya. Candra sempat bercerita, Pena Hitam di Bali pernah menyoroti masalah lingkungan lewat karya seni rupa. Meski demikian, Pena Hitam tidak mau terlibat atau berafiliasi dengan organisasi politik praktis. “Kami lebih bergerak di akar rumput. Kami mencoba melakukan solidaritas lewat karya yang kita bisa,” tambahnya.

Luthfi mengatakan bahwa rujukan literatur dirasa begitu penting dalam sebuah karya. Selain menambah cakrawala pengetahuan, langkah tersebut dirasa cukup mempermudah proses dalam melahirkan karyanya. “Kalau saya biasanya juga melihat-lihat gambar dulu. Sehingga dapat menemukan pandangan untuk membuat suatu gambar,” tambah Muammar Yusuf, yang senada dengan Luthfi.

Pena Hitam Chapter Salatiga juga punya kendala soal komitmen anggotanya. “Inisiatif sebenarnya banyak, tapi untuk realisasinya susah karena anggota mempunyai kesibukannya masing-masing,” ungkap Candra.

Oleh karena itu, Pena Hitam Chapter Salatiga berharap komunitas seni rupa di Salatiga bisa berkarya bersama. Langkah tersebut dirasa dapat memudahkan agenda kegiatan, sekaligus mendukung tumbuh kembang dan keberlangsungan seniman seni rupa tidak hanya di Pena Hitam, tapi juga Salatiga.•

Redaktur: Galih Agus Salatiga.

Facebook Comments
Tag

Rio Hanggar Dhipta

Sesuatu yang berasal dari pembuahan laki-laki dan perempuan yang sekarang menjelma menjadi seorang pemuda dan akan tetap muda sampai nantinya. Tertarik pada sesuatu yang dianggapnya menarik.Panjang umur segala hal yang baik.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close