Tekno

Munculnya VPNHUB dan Tantangan Kemenkominfo Menyaring Konten Laman Daring

Upaya Kemenkominfo menyaring konten laman daring tampaknya selalu mendapat tantangan. Ketika mereka melakukan pembersihan besar-besaran, muncul VPNHUB, aplikasi untuk mengakses laman pornografi secara gratisan.

Bryan Perdana

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan pemblokiran terhadap situs yang memuat konten sara, narkoba, perjudian, dan pornografi sejak 2017. Mulai dari Vimeo, Tenor, Telegram, hingga Tumblr pun menjadi sasarannya. Ketika memblokir Tumblr misalnya, sebelumnya Kemenkominfo melakukan konfirmasi 2×24 jam terkait konten negatif di dalamnya. Karena tak kunjung ada tanggapan, Kemenkominfo lantas menutup situs tersebut, pada 5 Maret 2018.

Pada umumnya, ada dua hal yang membuat Kemenkominfo melakukan pemblokiran. Pertama, berdasarkan aduan atau laporan masyarakat mengenai konten negatif di dunia maya. Kedua, Kemenkominfo sendiri memiliki sebuah mesin yang dapat menyaring konten. Pemblokiran hanya yang menyentuh nama domain, dan belum menyentuh isi atau konten. Hingga saat ini, Kemenkominfo sudah mengeluarkan anggaran hingga Rp. 200 Miliar untuk sebuah mesin sensor. Sedangkan untuk pengadaan jasa atau sumber daya manusia yang melakukan analisa, penelusuran, hingga penyedia jaringan, dana yang digelontorkan sebanyak Rp. 74 Miliar.

Berdasarkan amatan Kemenkominfo pula, saat ini terdapat 30 juta situs pornografi yang tersebar di dunia maya. Namun demikian, kini baru 700 ribu saja yang dapat diblokir. Ironinya, ketika di satu sisi Kemenkominfo sedang melakukan pembersihan besar-besaran terhadap konten yang tak sesuai dengan kriterianya, di sisi lain ada Pornhub, salah satu portal pornografi terbesar di dunia yang tengah meluncurkan sebuah aplikasi Vitual Private Network (VPN) bernama VPNHUB, pada 24 Mei 2018.

VPN sendiri sebenarnya merupakan sebuah teknologi, yang memungkinkan penggunanya dapat mengakses laman daring tanpa batas. VPN juga dapat digunakan untuk menembus batas geografi, serta menghindari Internet Service Provider (ISP) yang ngadat.

Gratis dan Lebih Cepat

VPNHUB dirancang agar penggunanya dapat mengirim data anonim, namun data tersebut tidak disimpan atau dikumpulkan. Lebih dari itu, VPNHUB memberikan nilai konsumsi transfer data (bandwith) gratis dan tidak terbatas pada penggunanya. Tak seperti VPN lain seperti Browsec, Zen Mate, atau Turbo VPN yang memungut biaya dari penggunannya, sekaligus menuntut harus berlangganan agar dapat menikmati layanan di dalamnya.

VPN yang dirancang Pornhub tidak hanya memungkinkan penggunanya dapat melakukan penyamaran. Aplikasi itu juga memberi lapisan tambahan untuk privasi dan keamanan. VPNHUB bisa digunakan pada Mac, Windows, iOS dan Android, serta hendak diluncurkan di mana saja kecuali Myanmar, Kuba, Iran, Korea Utara, Sudan, dan Suriah.

Meski demikian, VPNHUB juga menyediakan pilihan untuk berlangganan bernama VPNHUB Premium seharga $12.99 per bulan. Dengan berlangganan, penggunanya mendapatkan fasilitas tanpa iklan, dan didukung kecepatan askes yang lebih tinggi. Sebelumnya, pengguna juga mendapat fasilitas gratis pada masa percobaan (trial) yang berlangsung selama tujuh hari.

Dewasa ini, Pornhub juga tengah mempersiapkan sistem agar pengguna VPNHUB dapat mengoperasikan aplikasi tersebut secara acak, misalnya, di Australia, Brasil, Kanada, Jepang, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat. Jika demikian, lantas bagaimana Kemenkominfo, atau kita sendiri sebagai pengakses laman daring menyikapinya? Melihat tingkat literasi media di Indonesia yang masih dalam proses berkembang, tentu cukup rentan bagi siapa saja dalam melihat konten yang beraneka ragam. Maka dari itu, Kemenkominfo perlu merumuskan strategi untuk melakukan pemblokiran terhadap situs yang kontennya tak sesuai dengan kriteriannya. Walau di sisi lain, mereka juga harus bijak sebelum memblokir konten siaran. Jangan sampai, alih-alih hendak menyediakan laman bermutu, tetapi malah menutup kurang peka terhadap mutu.•

Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close