Resensi Buku

Pedoman Melek Finansial Dari Rich Dad, Poor Dad

Rich Dad, Poor Dad merupakan buku yang mengajarkan bagaimana kita bertanggung jawab atas uang kita sendiri. Buku itu juga memaparkan alasan mengapa orang kaya menjadi semakin kaya, orang yang miskin semakin miskin, dan orang menengah terlilit hutang.

Amos Allister

Pendidikan merupakan aspek yang tidak akan terlepas dari kehidupan manusia, karena hal itu penting dalam hidup manusia. Tetapi, ada beberapa pertanyaan mendasar yang perlu kita refleksikan. Apakah hanya “sekolah” yang disebut sebagai pendidikan? Apakah “sekolah” menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi dunia nyata (real)? Apakah yang diajarkan orang tua, dengan mengatakan “belajarlah yang giat dan raihlah nilai yang baik dan kamu akan mendapat pekerjaan, yang berupah tinggi dengan tunjangan dan keuntungan besar,” merupakan didikan yang tepat secara finansial?

Dalam buku itu, Robert Kiyosaki membagikan pendidikan yang tepat untuk melek finansial. Ia menulis berdasarkan pengalaman pribadinya, karena ia hidup dari didikan ayahnya yang kaya, dan ayahnya yang miskin. Ayah miskinnya merupakan orang yang berpendidikan tinggi. Ia mampu menyelesaikan gelar sarjana dalam waktu dua tahun dan memiliki gelar Ph.D.. Ia melanjutkan studi ke Standford University of Chicago dan North Western University. Semuanya dengan beasiswa penuh. Sedangkan, ayah kayanya tidak pernah menyelesaikan pendidikan tigkat menengah (SMP).

Belajar Dari Ayah Kaya dan Miskin

Lewat kedua ayah Robert Kiyosaki, ia mendapat pelajaran tentang uang. Namun di saat yang sama, kedua ayahnya mengajarkan hal yang berbeda tentang uang. Sebagai seorang anak, Robert ingin menjadi anak yang baik dengan mendegarkan ayahnya. Keduanya baru saja berjuang keras memulai karirnya. Tetapi mereka memiliki sudut pandang (mental) yang berbeda masalah uang.

Pandangan ayah miskin tentang uang sangatlah sempit. Itu karena tindakan dan pikirannya terhadap uang, yang membuat ayah miskin menghabiskan hidup untuk bekerja demi uang. Sedangkan ayah kaya memandang uang sebagai satu bentuk kekuasaan dan kekuatan. Tetapi baginya, yang lebih kuat adalah pendidikan finansial. Uang datang dan pergi, tetapi jika kita memiliki pengetahuan tentang bagaimana uang bekerja, kita dapat memperoleh kekuasaan atasnya, sekaligus dapat mulai membangun kekayaan.

Memiliki mental yang terdidik tentang uang merupakan modal pertama yang harus dimiliki. Dalam bukunya, Robert membagi ke dalam enam bab bagaimana ayah kayanya mengajarkan tentang uang. Pertama, orang kaya tidak bekerja untuk uang. Kedua, mengapa penting mengajarkan melek finansial. Ketiga, uruslah bisnis anda sendiri. Keempat, sejarah pajak. Dan, kelima, orang kaya menciptakan uang, serta keenam, bekerja lah untuk belajar, dan  jangan bekerja untuk uang.

Pedoman Melek Finansial

Dalam pendidikan finansial, ada juga poin penting yang patut digaris bawahi, yaitu aturan pedoman melek finansial. Aturan pertama adalah anda harus mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas. Sederhananya aset adalah segala hal yang anda beli, tetapi menambahkan pemasukan anda. Liabilitas merupakan barang yang anda beli tetapi membuat kas anda terkuras. Perbanyaklah pembelian aset, sehingga semakin anda mengeluarkan biaya semakin banyak pula pemasukan anda.

Selain memberikan pelajaran dalam melek finansial, Robert juga memberitahu berbagai hambatan yang mungkin kita jumpai dan harus segera kita atasi. Dimulai dari ketakutan, sinisme, hingga kemalasan, dan kebiasaan. Takut kehilangan uang adalah hal yang nyata. Tetapi masalah sebenarnya bukan terletak pada ketakutan itu sendiri. Masalah berasal dari bagaimana anda menangani ketakutan yang anda miliki.

Kemudian, soal sinisme, segera jauhilah perkataan seperti “saya tidak pandai”, “saya tidak cukup bagus”, atau “dia jauh lebih bagus dari saya”. Bila kita tetap seperti itu, maka kita akan melewati kesempatan yang baik begitu saja.  Menyoal kemalasan, orang paling sibuk seringkali adalah orang paling malas. Kesibukan mereka menjadi alasan untuk menghidari sesuatu yang tidak ingin mereka hadapi.

Selanjutnya, dan yang berhubungan dengan kebiasaan, hidup kita pada dasarnya adalah cerminan dari kebiasaan kita. Oleh karena itu, kini mulailah dengan perubahan yang sederhana, dan maka perlahan-lahan kebiasaan kita akan berubah secara bertahap. Melalui buku itu, kita dapat mengetahui rahasia bagaimana orang kaya menjadi semakin kaya, dan orang miskin semakin miskin, sementara orang menengah terlilit hutang. Robert juga membantu kita menghadapi hambatan yang mungkin saja masih menghalangi kita untuk mapan secara finansial.•

Bisnis dan Financial

Deskripsi Buku:
Judul:

Rich Dad, Poor Dad
Penulis:
Robert T. Kiyosaki
Alih Bahasa:
J. Dwi Helly Purnomo
Tahun:
2000
Tebal:
238 halaman
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close