Ulasan

Pesona Dibalik Gaun Pernikahan Putri Eugenie

Putri Euginie telah mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Jack Brooksbank. Gaunnya dirancang Peter Pilotto dan Christopher De Vos, ada sejumlah daya tarik dalam desainnya.

Aleixo Alberto Cesar

Kabar terbaru kembali datang dari Kerajaan Inggris. Momen pernikahan Putri Eugenie menjadi pusat perhatian berbagai kalangan di seluruh dunia. Eugenie melepas masa lajangnya setelah pernikahan Pangeran Harry. Eugenie merupakan anak ke-delapan dari pasangan Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson. Ia sendiri telah menginjak usia 28 tahun dan memilih Jack Brooksbank sebagai pasangan hidupnya. Pernikahan Eugenie dan Jack berlangsung pada 12 Oktober 2018, di Kapel St. George, Istana Windsor. Dimana tempat tersebut juga digunakan untuk pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, pada Mei lalu.

Ada hal unik dalam pernikahan Eugenie. Gaun yang dikenakannya tidak dilengkapi veil (kerudung transparan) yang merupakan lambang keperawanan bagi Kerajaan Inggris. Eugenie melakukan itu bukan tanpa sebab. Saat usia 12 tahun, ia pernah menjalani operasi skoliosis, dan meninggalkan luka operasi di punggungnya. Perawatan yang berlangsung di National Orthopedic Hospital, Inggris itu sendiri tujuannya untuk meluruskan tulang belakang. Dan apa yang ia lakukan kini adalah cara untuk menghormati orang-orang yang telah merawatnya, sekaligus sebagai wujud kepeduliannya kepada siapapun yang pernah mengidap penyakit yang sama. Eugenie berpikir bahwa apa yang dilakukannya dapat mengubah arti cantik pada umumnya, dan setiap wanita sebenarnya dapat bebas menunjukkan bekas lukanya kepada semua orang.

Gaun pernikahan yang dikenakan Eugenie dirancang Peter Pilotto dan Christopher De Vos. Mereka berdua dikenal sebagai perancang busana yang sering menghasilkan desain yang inovatif, dan kerap memberikan sentuhan modern Feminine Silhouette. Sebuah mode yang menjadi pondasi ilmu kecantikan yang dipopulerkan Audrey Heprun, untuk pinggang berukuran kecil, dan pinggung, serta dada yang menonjol.

Hubungan Pilotto, De Vos, dan Eugenie sudah dibangun sejak pertemuan mereka di sebuah acara amal beberapa tahun lalu. Usai pertemuan itu, Eugenie dalam beberapa kesempatan tampak sering mengenakan busana rancangan Pilotto dan De Vos. Sementara untuk gaun yang dikenakan Eugenie kali ini, paling tidak terdapat tiga simbol yang ditampilkan Pilloto dan De Vos. Yaitu Shamrock, simbol yang digunakan untuk menghormati asal usul Keluarga Ferguson. Lalu Thistle, yang merupakan lambang cinta dari kedua pasangan terhadap Istana Balmoral. Kemudian terakhir, adalah simbol Igy dan York Rose yang digunakan untuk menggambarkan rumah Eugenie dan Jack.•

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close