Salatiga

Puncak Acara Proyek Kolaborasi Wapen Van Salatiga

Rangkaian kegiatan yang digagas M & G Visual Industry dan Sorekustik akhirnya tiba di puncak acara. Mereka secara resmi meluncurkan album kolaborasi perdananya, Wapen Van Salatiga, di halaman Tennis Indoor, Kridanggo, Salatiga, Kamis (28/9). Sejumlah produk kebudayaan seperti karya visual, videografi, dan fotografi turut dipamerkan dalam kegiatan dengan tema The Spirit of Colaboration itu.

“Jadi ini adalah rangkaian acara yang sudah kita lakukan, dengan acara puncaknya adalah launching (baca: peluncuran) album pertama kita,” terang Ketua Acara, Mahendra Andisona.

Andis mengatakan bahwa proyek kolaborasi itu adalah mimpi pribadinya. “Aku pengin kolaborasi dengan visual artis yang lain. Lalu kita ngobrol sama M&G Visual Industry yang bergerak di bidang seni visual, lalu ketemu Sorekustik, sehingga ketemu 4 sub culture yang digabung menjadi satu,” katanya.

Sebelumnya, proyek kolaborasi Wapen Van Salatiga juga dibawa tur di beberapa tempat. Pertama kali, atau saat awal bulan puasa di Pasco, lalu kedua di Cindy’s Cafe, dan yang terakhir di halaman parkir Tenis Indoor Kridanggo. Mereka juga sempat mengadakan tur di Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Proyek Wapen Van Salatiga sendiri melibatkan 10 komunitas, dan individu yang terdiri dari 100 orang.

Malam itu The Spirit of Colaboration dimeriahkan sejumlah band yang tergabung dalam proyek kolaborasi Wapen Van Salatiga. Grup Marching Blek UKSW kemudian turut menambah euforia, dimana mereka membawakan salah lagu tentang Wapen Van Salatiga. Pada akhir acara, giliran Fourtwenty, band tamu yang memanaskan suasana.

“Sejauh ini saya menanggapi acara hari ini begitu baik, terlihat antusias masyarakat datang. Kita open gate jam tiga sore, sudah banyak pengunjung yang datang, acara ini diadakan smpai jam 10 malam. Melalui acara ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih mengenal Wapen Van Salatiga,” terang Andis.

Wakil Ketua Acara, Awan Dahana mengungkapkan bahwa tujuan mereka mengadakan proyek tersebut ialah untuk mengajak seniman lokal agar dapat maju bersama. “Di Salatiga sendiri, saya melihat kalau SDM nya tidak kalah dengan kota-kota yang lain. Dan kolaborasi empat sub culture memberikan output berupa album kompilasi yang dikemas secara box set. Dimana didalamnya terdapat dua buah CD yakni, CD musik dan CD video, lalu kaos Wapen Van Salatiga, ada sticker Wapen Van Salatiga, dan yang tidak kalah pentingnya album. Di album ini berisikan tentang sejarah kota Salatiga dan cerita awal berdirinya Wapen Van Salatiga,” imbuh Awan Dahana, yang akrab disapa Dono itu.

Salatiga
Puncak acara proyek kolaborasi Wapen Van Salatiga turut dimeriahkan dengan penampilan karya seniman mural dari Salatiga IFoto: Alexio Alberto Cesar).

Wapen Van Salatiga digagas sejak awal 2018. Awalnya mereka berjalan sendiri, dimana Sorekustik cuma fokus di musik dan video, M&G Visual fokus di visual art. “Mereka kemudian bertemu dan akhirnya mereka gabungkan semua unsurnya itu,” terang Dono.

Bagi Dono, tujuan lain diadakannya acara itu ialah untuk mengangkat kreator yang ada di Salatiga. Semua kreator lokal yang ada memiliki ide dan gagasan. “Alangkah baiknya direalisasikan. Meskipun pergerakannya kecil, lebih baik itu dilakukan. Karena saya yakin berangkat dari pergerakan-pergerakan yang kecil maka lama-lama akan menjadi besar. Dan bagi para kreator yang ada di Salatiga dan ingin bergabung dengan Wapen Van Salatiga, kami sangat terbuka. Wapen Van Salatiga lebih menjadi kreatif ekosistem, dimana kita menjadi wadah untuk mereka yang bergerak dibidang seni, musik, fotografi dan videografi. Dengan bergabung maka akan banyak ide yang bisa kalian berikan, yang kiranya dapat direalisasikan khususnya untuk Kota Salatiga,” jelas Dono dengan mantap.

Pewarta: Alexio Alberto Cesar
Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close