Puisi

Putik

Oleh: Putri Yuniarti

Genesium sudah hampir meniti kehidupan
Antar-antar ke penghujung sudut tempat, yang tak tepat!
Kau buka-tutup pintu, agar mantap keputusan hatimu
Cantik, Mang? Sungguh luar biasa nona
Aku bisa kehilangan air liurku karenanya
Apalagi dengan kemuka yang selalu menganga
Tidak hanya lakrimasiku yang berhenti, tapi kesehatan mentalku bisa saja mengkhawatirkan olehnya

Sungguh, pusaka itu tinggi ramping namun bisa bekerja diluar kendali
Rasa yang sama tak akan jauh melampauinya dengan percuma
Heboh seperti sahabat karib ketika bersama
Ini tentang kita berdua yang tak mau beranjak kemana-mana
Baru akan ada keputusan yang sama dengan rasa yang bergelayutan
Akulah sang putik, pembuahan yang ditunggu hasilnya

Tunjuk mata sebelah saja, kalau dua-duanya aku takut serakah
Untuk sementara satu, sebelum semua jadi milik satu sama lainnya
Tidak ada waktu yang tak egois, semua dirasa sama tercemarnya
Ini, sudah 2 kilogram cinta kubawa? Aku malah dikata hiperbola
Aku bilang kita sering main bersama, tapi kau baru menyadarinya
Entah apa yang terjadi selepasnya

Bungas, 16 Maret 2018

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close