Puisi

Ranting

Oleh: Putri Yuniarti

Menilik ke atas ranting kering
Bentangan lukisan lautan lepas menerka-nerka
Tanpa seorangpun mengerti waktu direncanakanya
Cukup indah menikmati tubuhnya
Menghirup udara segarnya, merasakan desir napasnya
Meniti setiap langkah yang terombang-ambing angin
Menjelaskan arti keberadaan

Kecil, pecah dan rapuhnya tangkai menyayat relung batin
Aku seolah dirajahi oleh musim di hamburkan oleh angin
Diacuhkan waktu dengan dentuman loncatan kegembiraan
Aku bukan menginginkan seolah memaksa yang kuasa
Memintamu menjadi yang terbaik dengan segala upaya
Menjalankan kodrat sebagai manusia yang multi-ganda
Jelaskan!!! Dengan senyummu
Walau aku tahu kau sedang menahan sakit gigi

Biarkan terjadi.
Aku akan menunggu dengan sisa umurku yang entah kapan akan binasa
Mengartikan setiap perilaku serta rasa sayang yang tak ada habisnya
Jangan kecewa jika aku diambil sebelum menunjukkan buktinya
Aku tak mau tahu!
Walaupun ranting tak akan ada gunanya lagi, terganti LPG
Seperti lemahnya ranting yang jatuh, lalu berkobar sempurna saat berjumpa api
Kelak semua itu, mengisyaratkan api asmara yang berjingkat ketika kau tak ada

Bungas, 10 Maret 2017

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close