Tekno

Santet Sudah Online

Pada suatu malam yang begitu syahdu, aku menemukan sebuah cuitan di twitter, dimana seseorang yang mengatakan ‘Jangan macem-macem, kini sudah ada aplikasinya’ dengan sebuah foto screenshot aplikasinya. Hal itu membuatku menjadi berpikir dan ingin tahu apakah benar santet yang merupakan ilmu hitam yang dekat sekali dengan budaya tradisional, kini telah masuk ke dunia virtual?

Bryan Perdana

Sebelum mencari ke playstore dan mencobanya, aku  mencari tahu apa sebenarnya santet itu. Menurut sejarawan Edi S. Ekadjati, menerangkan bahwa ilmu teluh atau santet adalah warisan masa lalu yang terus bertahan dalam masyarakat Sunda hingga kini. Dijelaskan pula bila santet merupakan perasaan sakit hati, murung, dan tidak senang yang dialihkan kepada orang lain.

 

Cuitan dari salah satu nitizen tentang aplikasi santet online.

Praktek magis ini diyakini sudah ada sebelum Islam masuk ke Indonesia. Namun praktiknya semakin menjadi menonjol ketika Islam sudah mulai masuk ke Indonesia. Hal itu terjadi karena pada masa Hindu-Budha, praktik magis yang samar dan bercampur dengan unsur kepercayaan animisme dan dinamisme.

Dalam keyakinannya, santet memiliki beberapa ilmu berdasarkan caranya yaitu: teluh angin, teluh banyu, teluh geni dan teluh pangjarahan. Dalam penjelasan Ronny Nitibaskara dalam disertasinya menjelaskan bahwa teluh angin dan teluh banyu mengirim benda-benda seperti jarum, paku, beling (pecahan kaca) lewat angin dan udara. Jika teluh geni memberikan hasil cepat langsung kepada korban. Contohnya, memasukkan pisau kecil ke dalam sebuah gelas lalu ditutup kain, dan dibacakan mantra-mantra. Jika pisau hilang dan air menjadi merah pertanda korban sebentar lagi mengalami bencana. Sedangkan teluh pangjarahan dilakukan dengan meminta kepada roh halus yang menempati kuburan.

Melihat dari penjelasan tersebut, aku mulai merasa sedikit terkejut. Apa bisa rasa benci itu disampaikan dalam sebuah aplikasi android dan mengakibatkan korban tersebut sakit seperti apa yang kita inginkan? Aku juga berpikir apa nanti dalam aplikasi tersebut ada dukun yang siap dengan segala permintaan yang masuk dalam aplikasi tersebut. Atau malah aplikasi itu berjalan secara online. Jadi kita memasukan informasi yang kita inginkan, lalu dalam sekejap santet itu berjalan? Layaknya sosial media, yang kita tulis dan kita unggah langsung bisa kita lihat hasilnya, atau bagaimana?

Langsung saja aku coba download aplikasi santet online tersebut di playstore. Dalam pencarian yang ditemukan ada dua aplikasi santet online. Lalu aku pilih yang pertama untuk aku download. Setelah download selesai aku buka aplikasinya, dan langsung dikejutkan dengan backsound aplikasi yang bernuansa horor. Namun, tampilan aplikasi warna putih dan nuansa hitam cenderung memberikan suasana bersih dan tidak menakutkan.

Pada halaman pertama aplikasi tersebut langsung berisi dengan kolom ‘Nama Kamu’ bermaksud nama kita. Lalu ‘Nama Korban’ dan ‘Tanggal Lahir Korban’. Lalu yang seru, ada kolom ‘Isi Santet’ yang berisi beberapa pilihan santet apa yang digunakan seperti paku berkarat, kawat berduri, jarum pentul, pisau tajam. Namun anehnya dalam aplikasi ini kita dapat mengirimkan santet dalam bentuk Nasi Padang, Pizza, Ayam Bakar hingga Cincin Emas.

Dalam kolom selanjutnya ada sebuah diagram garis untuk menentukan seberapa kekuatan santet kita, mulai dari lemah hingga kuat. Lalu juga ada “checklist” untuk memilih mau santet permanen atau tidak. Dan yang terakhir adalah tombol untuk memulai santet dan hapus santet.

Langsung saja saya isi semua kolom tersebut kepada orang yang ingin saya santet, dan akhirnya muncul tulisan ‘Santet Mulai Bekerja. Butuh waktu 2 bulan agar santet bekerja dengan sempurna’. Dan sudah berhenti sampai disitu, aku tidak tahu apakah memang benar akan terjadi santet itu setelah 2 bulan atau tidak. Dan jika memang itu terjadi aku tadi memilih Cincin Emas dalam isi santetku. Karena aku mengisi nama korbannya adalah aku sendiri.

Redaktur: Aleixo Alberto Cesar

Facebook Comments
Tag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close