Seni dan Budaya

Simfoni Untuk Bangsa 2018: Dari dan Untuk Anak Indonesia

Layaknya orang tua, anak-anak juga punya hak atas konsumsi lagunya. Avip Priatna, konduktor sekaligus pengasuh The Resonanz Music Studio kemudian mempersembahkannya dalam Simfoni Untuk Bangsa. Ia menampilkan karya dari, dan untuk anak Indonesia.

Galih Agus Saputra

The Resonanz Music Studio kembali adakan konser Simfoni Untuk Bangsa, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (11/8). Konduktor sekaligus pengasuh The Resonanz Music Studio, Avip Priatna yang didukung Galeri Indonesia Kaya kali ini mengambil tema Dari dan Untuk Anak Indonesia. Tema itu sengaja dipilih untuk menunjukkan apresiasi terhadap karya anak bangsa.

Melalui konser itu pula, Avip hendak mengajak siapa saja untuk menghormati hak anak akan lagu yang sesuai dengan kebutuhannya. Tidak hanya untuk anak Indonesia, konser itu juga ditujukan untuk semua anak di dunia. “Semoga pertunjukan ini dapat dinikmati dan menjadi hiburan untuk semuanya,” ujar Avip, dalam siaran pers yang diterima Aslo.co, Sabtu (11/8).

Simfoni Untuk Bangsa merupakan konser yang diselenggarakan Avip secara rutin, sejak 2010. Pada konser yang kesembilan itu, Avip yang kebetulan juga menjabat Direktur Musik The Resonanz Music Studio menampilkan lagu yang mencakup perjalanan hidup seseorang sejak kanak-kanak. Ada pula lagu daerah yang mencerminkan latar belakang budaya Indonesia yang beragam, dan permainan anak, misalnya, Karaban Sape, Badminton, Ampar-ampar Pisang, dan Ular Naga.

Jakarta
Dari kiri ke kanan: Joel Wijaya, Jacqueline C Hartono, Liesl Catrina Anggijono, dan Josephine Putri Sunarko saat tampil dalam Konser Simfoni Untuk Bangsa 2018: Dari dan Untuk Anak Indonesia, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (Foto: Dok. The Resonanz Music Studio).

Pengalaman bersekolah dan berinteraksi dengan guru dan teman seperti, Pergi Belajar, Kembali ke Sekolah, Terima Kasihku (Guruku), Aku Bisa, dan Lihatlah Lebih Dekat juga dibawakan Avip bersama anak asuhnya. Semangat persatuan dalam keberagaman dengan tumbuhnya anak menjadi pemuda juga tidak luput dari perhatiannya. Ia bawakan pula lagu Pemuda. Perjalanan anak sejak masa kecil hingga dewasa, dan berkarya untuk negeri dengan bekal pengalaman hidup direpresentasikan secara apik, melalui lagu seperti Bunda, Bunda Piara, Yang Terbaik Bagimu, Masa Kecilku, dan Suara Hati.

Kemenangan dan Kebahagiaan

Penyanyi Tenor, Farman Purnama, dan Penyanyi Sopran, Jessica Januar turut menambah kemeriahan konser Simfoni Untuk Bangsa 2018. Ada pula penampilan istimewa dari Pemain Klarinet muda Indonesia, Sean N. Alexander, dan Pemain Biola muda, Nasya Lilananda. Tim Pencak Silat Persinas Asad, Jawa Barat kemudian menambah warna dalam pagelaran itu, dan menjadi sebuah pertunjukan menarik bagi penontonya.

Konser Simfoni Untuk Bangsa 2018 diiringi musisi yang tergabung dalam Jakarta Concert Orchestra (JCO), dan dikonduktori Avip sendiri. Tak ketinggalan, grup paduan suara dari Indonesia yang namanya tak asing lagi di kancah Internasional, yaitu, Batavia Madrigal Singers (BMS), dan The Resonanz Children’s Choir (TRCC) turut tampil dalam pertunjukkan tersebut.

BMS pernah meraih empat penghargaan dalam 57 International Contest of Habanera and Polyphony, di Torrevieja, Spanyol, pada 2011 lalu. Pada Mei 2012, BMS menjadi juara umum International Competition Choir ‘Prof. Georgi Dimitrov’, di Varna, Bulgaria. Dan, pada Agustus 2013, BMS tampil sebagai satu-satunya wakil dari Asia dalam Europan Grand Prix for Choral Singing (EGP), di Arezzo, Italia. Kabar menggembirakan juga datang dari TRCC, yang pada April lalu meraih juara umum EGP, di Maribor, Slovenia.•

Redaktur: Alexio Alberto Cesar

 

Facebook Comments
Tag

Galih Agus Saputra

What you can do is just control the ship, not the ocean!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close