Seni dan Budaya

SIPA 2018, Suara Kebersamaan dalam Seni Pertunjukan

Kebersamaan adalah kunci SIPA 2018, sebuah maha karya seni pertunjukan yang dikemas secara apik dan menawan.

Aleixo Alberto Cesar

Solo Internasional Performing Art (SIPA), sebuah maha karya seni pertunjukan kembali digelar di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah. Pagelaran yang menjadi agenda tahunan di bulan September itu, menyuguhkan sejumlah karya dari berbagai negara yang dibalut dengan tata panggung yang megah dan spektakuler. Seperti biasanya, SIPA yang sudah diadakan sebanyak 10 kali, selalu menunjukan penampilan sejumlah seniman baik dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika, maupun Australia.

“Adalah momentum yang sangat istimewa ketika Solo International Performing Art menapaki tahun ke-10. Maka, dengan ini izinkan lah kami gelorakan makna 10 tahun itu dalam semangat Dasawarsa SIPA Karya,” kata Ketua Panitia, Irawati Kusimorasri kala memberi kata sambutan dalam upacara pembukaan SIPA 2018, Kamis, (6/9).

Solo
Suasana malam pembukaan Solo International Performing Art (SIPA) 2018, di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah (Foto: Alexio Alberto Cesar).

Ira juga mengungkapkan bahwa kebersamaan adalah kunci. Sejak semula, SIPA menjadi perwujudan bagi semangat dan kekuatan demi terciptanya kebersamaan. Wujud dari bersatunya pemerintah dengan komponen masyarakat itu, kemudian menjadikan budaya sebagai energi tersendiri bagi Solo.

“Pada tahun ini SIPA mengambil tema We Are The World  – We Are The Nations (baca: kita adalah dunia – kita adalah bangsa –red). Tema tersebut mengandung pesan akan nilai persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia. Bahwa yang sebenarnya, perbedaan di dalam kebersamaan akan menjadi kekuatan yang indah,” jelasnya.

SIPA 2018 yang digelar sejak 6 hingga 8 September 2018 itu, menjadi semakin meriah karena mengundang sejumlah delegasi dari luar negeri. Ada seniman, dan lembaga seni seperti Stefano Fardeli, Fillastine (Itali), Capitol University Dance Troupe (Spanyol), Park Na Hoon (Korea), dan Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), serta Leine Roebana Dance Company, dan Dutch Supa Kalulu (Zimbabwe).

Sementara untuk penampil dari dalam negeri, ada Departemen Pendidikan Tari FPSD UPI (Bandung), Diklat Tari Anjungan Jawa Timur, TMII (Jakarta), Flying Balloons Puppet (Yogyakarta), Gilang Ramadhan (Jakarta) bersama Smiet (Palu), Studio Taksu (Solo), Boogie Papeda dan Komunitas Street Pass (Papua), Melati Suryodarmo (Solo), Holobis (Solo), dan Citra Nuranteni Putri (Bandung), Komunitas Seni Jati Swara (Surabaya), serta Suling Bambu Dasarai Lamaknen, Belu, Atambua (NTT).

Solo
Penampilan Sanggar Semarak Candra Kirana dalam Solo International Performing Art (SIPA) 2018, di Benteng Vestenburg, Solo (Foto: Alexio Alberto Cesar).

Potensial Untuk Ekonomi Kreatif

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo yang turut menyambut SIPA 2018 mengatakan bahwa, pengukuhan Solo sebagai kota budaya dan seni pertunjukan telah diakui dunia. Menurutnya, Solo memang menyimpan sejarah bagi pilar peradaban Indonesia. Dengan banyaknya pertunjukan budaya yang terselenggara, harapannya kota Solo semakin kuat jati dirinya.

“Mencitrakan Solo tempo dulu dari segi budaya, merupakan pilihan strategis untuk mengangkat reputasi kota. Terlebih lagi sumber seni budaya di kota Solo, merupakan unsur pontesial yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif untuk kesejahteraan masyarakat secara luas,” tuturnya.

SIPA 2018 dibuka dengan kolaborasi Melati Suryodarmo bersama Sanggar Semarak Candra Kirana. Mereka menyajikan koreografi kolosal yang cukup menawan. Dalam kancah seni pertunjukan, nama Melati Suryodarmo tentu sudah tak asing lagi. Ia, yang kebetulan pula menjadi maskot SIPA 2018, merupakan maestro seni pertunjukan yang berasal dari Solo, dan sarjana lulusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjajaran, Bandung. Pasca lulus dari Bandung, Melati lantas melanjutkan studinya di Hochschule für Bildende Künste Braunschweig, Jerman.•

Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close