Kuliner

Warung Papeda, Cita Rasa Indonesia Timur di Salatiga

Kanca dahar patut bangga dengan resep masakan di Indonesia. Sebab banyak cita rasa, kanca dahar sekali waktu juga perlu mencoba menu lain agar lidahnya terbiasa dengan aneka masakannya. Baik dari bagian barat, tengah, maupun timur Indonesia. Tidak hanya mengenal rasa “manis”, tapi juga “asam” seperti di Warung Papeda.

Amos Allister

Andra Lesmana merupakan sosok di balik berdirinya Warung Papeda. Kali pertama, pada 17 September 2014, ia mendirikan rumah makan itu di Ruko Babarsari No. 26 dan No. 27, Depok, Sleman, Yogyakarta. Dari rumah makan itu pula, Andra mencoba menghadirkan cita rasa khas daerah muasalnya, di bagian timur Indonesia. Belum genap empat tahun, Andra lantas dengan mantap mengembangkan usahanya. Pada 27 April lalu, ia mendirikan cabang Warung Papeda, di Jalan Kalisawo, Salatiga.

Warung Papeda sendiri memiliki target pasar yang cukup kuat. Bagaimana tidak, rumah makan itu serasa menjadi tempat nostalgia bagi mahasiswa atau perantau, yang datang dari bagian timur Indonesia. Bilamana mereka belum dapat pulang ke kampung halaman, rumah makan itu seakan menjadi obat penawar rindu baginya. Mereka bisa datang lalu menikmati makanan dengan cita rasa khas kampung halaman.

Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa, tidak semua kanca dahar lidahnya dapat merasakan pluralnya resep masakan Indonesia. Oleh karena itu, selain menjadi tempat nostalgia, Warung Papeda sedikit banyak telah menjadi solusi bagi mereka yang tidak cocok, dengan cita rasa makanan di Pulau Jawa yang serba manis. Pun, hal itu turut dialami Andra yang katanya, “sebagai seorang anak rantau yang datang ke Yogyakarta untuk kuliah, saya mengalami sedikit kesusahan dalam hal makanan. Karena terbiasa dengan cita rasa Indonesia Timur, lidah saya kurang cocok dengan makanan Yogya yang terkenal manis. Ternyata teman-teman saya dari Jayapura, Biak, Manokwari, Sorong, Ternate, dan kota-kota besar lainnya di Papua, dan Maluku juga mengalami kendala yang sama”.

Papeda Kuah Kuning

Nah, kini saatnya Aslo bercerita tentang makanan yang disajikan di Warung Papeda, cabang Salatiga. Papeda Kuah Kuning merupakan makanan yang Aslo nikmati sore itu, (23/8). Sekedar info saja, bagi kanca dahar yang belum tahu, papeda merupakan makanan khas dari Indonesia timur dengan bahan dasar sagu. Penampilan papeda, kali pertama disajikan sore itu, sungguh memancing kata wah keluar dari mulut. Papeda yang bentuk fisiknya kental, disajikan menggunakan batok kelapa dan sungguh menggugah rasa penasaran Aslo kali pertama melihatnya.

Olahan sagu itu juga disajikan dengan ikan tongkol yang tenggelam dalam kuah kuning. Sebuah paduan rempah yang menjadi makanan khas penduduk di Indonesia bagian timur, yang disajikan pula bersama tumis kangkung. Melihat tampilan yang sedemikian rupa, Aslo semakin tidak sabar mencobanya.

Warung Papeda
Warung Papeda cabang Salatiga dibuka sejak 27 April lalu. Sebelumnya, warung tersebut juga dibuka di Ruko Babarsari, Depok, Sleman, Yogyakarta (Foto: Amos Allister).

Mula-mula, Aslo menyeruput papedanya saja. Saat kentalnya masuk ke dalam mulut, rasa asam yang cukup kuat kemudian muncul. Tidak hanya itu, tekstur kenyalnya juga memberikan sensasi yang sangat unik saat memakan papeda. Setelahnya, Aslo lantas penasaran dengan kuah kuningnya. Rasa asam yang berasal dari papeda, meski tetap terasa, kemudian sedikit berkurang saat bercampur dengan kuah kuning. Mungkin, itu karena rempah yang begitu kaya, sekaligus nikmat dari kuah kuning tersebut sekarang bercampur menjadi satu di dalam mulut.

Kenikmatan Sesungguhnya

Tetapi, kanca dahar sebenarnya juga perlu tahu kalau cara makan Aslo di atas itu, bukanlah cara yang benar untuk mendapatkan kenikmatan sesungguhnya dari papeda. Ini adalah sedikit gambaran dari Aslo, tentang bagaimana cara menikmati papeda yang benar. Siap-siap menelan ludah ya!?

Pertama, tuanglah kuah kuning dan ikan tongkol di atas piring. Setelah itu, ambillah papeda secukupnya, dan campurkan dengan kuah kuning yang sudah ada di dalam piring tadi. Setelah papeda dan kuah kuning bercampur, maka puncak kenikmatan papeda akan begitu terasa. Rasa asam yang dominan pada papeda, dan kayanya rempah dalam kuah kemudian semakin nikmat saat disantap bersama ikan tongkol. Cita rasa yang luar biasa kemudian semakin terasa, saat dimakan bersama tumis kangkung yang gurih dan nikmat rasanya.

Papeda
Warung Papeda cabang Salatiga menyajikan menu utamanya, papeda bersama kuah kuning dan ikan tongkol, serta tumis kangkung (Foto: Dok. Warung Papeda).

Bagi kanca dahar yang penasaran dengan nikmatnya papeda, kini tidak perlu berpikir dua kali karena rasanya sungguh naknan (baca: enak tenan), atau kira-kira begitulah Aslo menyebutnya. Tetapi, bagi kanca dahar yang lidahnya terbiasa dengan rasa manis, Aslo juga punya peringatan! Siap-siap saja mencicipi Papeda Kuah Kuning, di Warung Papeda yang begitu nendang rasanya.•

Redaktur: Galih Agus Saputra

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close