Tekno

Wezdeal, Media Promosi Bebasis Potongan Harga

Kepuasan konsumen dan pedagang adalah kunci.

Alexio Alberto Cesar

Dewasa ini, sektor industri yang bergerak di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) begitu menjamur di berbagai kota, di Indonesia. PT. Yawez Indonesia melihat secara umum ada tiga jenis usaha yang perkembangannya cukup pesat. Pertama penyedia makanan dan minuman (food and beverage) seperti kedai kopi, restoran cepat saji, warung makan, dan sebagainya. Kedua, peritel seperti toko distribusi mode busana dan kecantikan (beauty and fashion store), maupun hobi. Ketiga, penyedia layanan jasa seperti rumah pangkas rambut (barbershop), perawatan kulit dan wajah (spa), sampai pusat kebugaran (gymnasium), dan lain sebagainya.

Akan tetapi, berbagai usaha itu tidak jarang yang cepat dibangun namun berangsur-angsur padam. Ketika ditelusuri lebih jauh, persoalannya ternyata pelaku UMKM sering kali sulit beradaptasi dengan kondisi pasar yang tidak menentu, minim promosi, serta tidak memiliki pelanggan tetap. PT. Yawez Indonesia yang bergerak di bidang bisnis rintisan (start up), sekaligus periklanan (advertising) itu kemudian mencoba mengatasi persoalan tersebut.

PT. Yawez Indonesia yang dirilis pada 1 Agustus 2018 lalu, berupaya menjembatani hubungan antara konsumen dan pelaku UMKM di Salatiga melalui produk Wezpromo dan Wezdeal. “Kami melihat fenomena di Salatiga banyak sekali bermunculan UMKM. Dan kami amati advertising di Salatiga oleh pelaku UMKM belumlah maksimal. Nah, dari situ kami menangkap peluang, bagaimana dapat berbisnis dari hal tersebut, sekaligus bisa membantu UMKM yang ada di Salatiga. Di sisi lain, kami juga ingin memberdayakan mahasiswa yang akun pengikut (follower) Instagramnya banyak, tetapi belum menghasilkan banyak uang. Dan tentu bagi selebgram sendiri, kami memberikan tarif untuk pemasangan iklan (posting) yang mereka lakukan,” terang Pendiri Wezdeal Indonesia, Evan Adiananta.

Namun, Evan menuturkan bila saat ini ia lebih fokus pada Wezdeal. Wezdeal sendiri merupakan kartu yang dirilis agar dapat digunakan pelanggan terdaftar, untuk mendapatkan diskon mulai dari 10 hingga 50 persen atas produk di sejumlah tempat yang terdaftar sebagai rekan kerja Wezdeal. Sementara untuk Wezpromo, karena membutuhkan biaya yang lebih besar dari Wezdeal, untuk saat ini sedang diminimalisir pengerjaannya. “Nanti kalau sudah berkembang kami akan ke Wezpromo. Tapi, sekarang kami sedang membangun kepercayaan pengguna kartu Wezdeal lebih dahulu. Bila sudah percaya, kami harap Wezpromo menjadi lebih mudah diterima,”  tutur Evan dengan mantap.

Wezpromo tidak hanya mempromosikan produk. Akan terapi, bagi pihak yang hendak mengadakan acara (event) juga dapat menggunakan jasanya. Dalam promo itu, PT.Yawez Indonesia juga menggunakan selebgram yang sudah dipilih, dan dibentuk sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Kepada Aslo, Evan menerangkan cara kerja kartu Wezdeal. Dalam prosesnya, ia meminta pedagang (merchant) untuk memberikan potongan harga kepada pengguna kartu Wezdeal. “Timbal balik yang pedagang dapatkan adalah promosi gratis lewat selebgram kami. Diskon yang diberikan kepada pengguna menjadi kompensasi promosi. Kalau bisnis pasti kan ada anggaran yang dialokasikan sebagai promosi, maka dari itu kenapa tidak dialihkan saja sebagai diskon,” terang Evan.

Target 5000 Pengguna di Salatiga

Evan mengaku kesulitan kali pertama menentukan nama untuk produknya. “Waktu itu, yang jelas harus ada nama Deal (baca: sepakat -red)-nya. Ada Freedy, salah satu teman yang saat itu sedang melihat daftar harga di Kopi Enak (Konak), yang menyediakan kopi roasting. Di situ ada nama Wisma Tropodo, lalu terceletuk lah kata Wis, Wisdeal. Dari hal itu, produk kami dipastikan menggunakan kata Wez,” ucap Evan.

Fendy Kurniawan, yang juga salah satu Pendiri PT. Yawez Indonesia mengatakan tanggapan masyarakat Salatiga, atas produknya sangat bagus dalam dua bulan terakhir. “Bagus atensinya. Mungkin karena ini produk baru makanya memulainya perlu pengenalan terlebih dahulu. Untuk saat ini kami sedang genjar membangun kesadaran (brand awareness)-nya,” jelas Fendy.

Wezdeal menyadari keperluan untuk memperhatikan berbagai macam aspek. Baik dari pengalaman pengguna (user experience), pedagang (merchant experience), hingga rekan kerja (partner experience)-nya. Itu semua menjadi acuan kerja PT. Yawez Indonesia untuk menjadi lebih baik. Saat ini, PT. Yawez Indonesia sudah bekerja sama dengan 24 pedagang di Salatiga. “Kami ada target di akhir tahun 2018 ini, bisa bekerja sama dengan 100 merchant. Sementara untuk penggunannya, kami targetkan di angka 5.000 untuk Kota Salatiga. Nanti kami juga akan ekspansi ke kota tetangga seperti Jogja, Solo, Semarang, dan Kabupaten lainnya,” tutup Fendy dengan semangat.•

Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close