Otomotif

Winch, Transformasinya Dari Masa ke Masa

Winch atau mesin derek merupakan salah satu perangkat vital yang dibutuhkan pada kendaraan Off Road. Kali pertama dibuat untuk pertanian dan perkebunan, hingga kemudian berkembang menjadi perangkat mekanis yang didukung perangkat elektris dan hidraulis.

Setyaji Rizky Utomo

Alat pemulihan (recovery) laju mobil di jalur Off Road umumnya menempel di bemper depan. Ya, itulah mesin derek (winch) yang perannya cukup penting, bukan sekedar untuk gagah-gagahan namun merupakan alat untuk bertahan (survive). Sejarah adanya winch sendiri, sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum mobil tercipta.

Winch juga memiliki peran yang amat penting untuk membantu “kerja berat” sejak 1920an. Winch tadinya digunakan di kapal laut ketika mengibarkan layar, yang digerakkan tenaga manusia. Namun, belakangan perangkat mekanisnya terus berkembang.

Off Road
Winch mulanya digunakan di alat transportasi laut yang digerakan tenaga manusia (Foto: Dok. Princess Auto).

Pada 1918, Winch mulai digunakan pada alat transportasi darat. Kali pertama yang menggunakan winch adalah kendaraan berat seperti traktor dan lain sebagainya. Herannya, alat tersebut awalnya merupakan buah karya para petani di Perancis. Mereka merancang, sekaligus memanfaatkan sumber energinya dari putaran roda yang disalurkan melalui rantai ke winch Power Take-Off (PTO). Sementara sebagian besar penggunaannya, ialah untuk segalam macam kebutuhan kerja di bidang pertanian dan perkebunan.

Winch PTO

Winch PTO akhirnya diketahui Iinsiyur di International Harvester Company (IHC), Edward A. Johnston. Ia kemudian menyempurnakan kerja PTO, dan tak lagi menggunakan rantai. Winch PTO rancangan Edward digerakkan menggunakan tangkai (shaft) khusus yang memanfaatkan putaran gigi dari kotak persneling (gear box). PTO ala Edward memiliki gigi terpisah, sehingga dapat dioperasikan hanya ketika dibutuhkan saja.

Off Road
Winch PTO digerakkan melalui tangkai khusus yang memanfaatkan putaran gigi dari kotak persneling (Foto: Dok. Herm The Overdrive Guy).

Pada 1944, Claude dan Rayburn Ramsey mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peralatan kerja, suku cadang, dan alat cetak besi yaitu Douglas Aircraft Company. Ramsey bersaudara mendirikan perusahaan itu di daerah Oklahoma, Amerika Serikat. Pada 1945, Ramsey kemudian merancang dudukan winch pertamanya. Pun diikuti perubahan nama perusahaannya menjadi Ramsey Brothers Winch Company, yang sekarang menjadi Ramsey Winch.

Saat itu, winch yang diproduksi Ramsey sangat laku karena dirancang untuk kendaraan penumpang dan truk. Namanya Ramsey Model 101 (M101) dan bentuknya cukup kecil, sehingga bisa diletakan di depan bemper kendaraan berpenggerak empat roda (4×4). Model winch itu pun lantas dikembangkan Ramsey menjadi tipe P-101R. Rancangannya kali itu, khusus untuk Jeep CJ-5 dan CJ-6 dengan kapasitas beban 4 ton. Winch P-101R hanya memiliki sistem tarikan satu arah saja untuk mengulur sling kawat baja atau besi.

Winch Elektrik

Off Road
Winch elektrik pertama kali digagas oleh Arthur Warn pada 1950an (Foto: Setyaji Rizky Utomo).

Memasuki era 1950an, perangkat mekanis winch mulai beralih ke elektrik. Penggagasnya Arthur Warn, yang mendirikan perusahaan winch di daerah Seattle, Washington, Amerika Serikat. Arthur mulai mendirikan usaha itu sejak mendapat proyek produksi kancing otomatis (freelock) untuk kendaraan militer Perang Dunia II, pada 1948. Melihat peluang industri yang dapat mendulang keuntungan besar, salah seorang kerabat Arthur, Sadie Warn kemudian mengembangkan usaha tersebut untuk kendaraan 4×4.

Pada mulanya, Arthur membuat winch elektrik juga untuk memudahkan para pekerja pertanian dan perkebunan, sekaligus pengguna 4×4 yang kebanyakan masih menggunakan winch PTO. Sebab, mereka kerap bermasalah ketika terjerembab atau hendak menarik sesuatu, pada saat kondisi mesin mati atau rusak. Winch elektrik produksi Warn pertama muncul di pasaran dengan Model 6000 (M6000). Maksud penamaan tipe M6000 itu juga berhubungan dengan kapasitas beban, yang mencapai 6000 lbs atau setara dengan berat 3 ton.

Pada saat M6000 muncul, Warn masih terpatok pada kendaraan perang dunia kedua. Dimana kendaraan Willys MB yang digunakan memiliki berat sekitar 1,2 ton. Dan memang, secara ideal kapasitas beban winch harusnya dua kali dari berat kendaraan. Winch penggerak elektrik itu kemudian terus berkembang, dan menjadi alat recovery yang cukup populer. Daya yang dimiliki pun semakin besar, dimana rata-rata kendaraan Off Road menggunakan kapasitas beban di atas 9000 lbs.

Winch Berdiri

Warn kemudian semakin sukses setelah mendesain salah satu produknya yang cukup melegenda yaitu M8274. Tak seperti kebanyakan winch lainnya, model itu kali pertama dikenalkan pada 1974, dimana tahun tersebut juga menjadi kode dua digit pada akhir penulisan tipe M8274.

M8274 menjadi model winch yang bertahan cukup lama karena diproduksi hingga 40 tahun lamanya. M8274 sangat fenomenal di kalangan Off Roader, baik saat digunakan dalam kompetisi maupun petualangan (adventure). Model itu punya dua kecepatan berbeda saat menarik beban atau tanpa beban, sekaligus dilengkapi sistem kopling. Dimensi teromol (drum) winch yang besar juga menjadi salah satu daya tariknya, sehingga dapat menggulung sling besi atau baja dengan jarak yang cukup jauh.

Dewasa ini, ada banyak produsen winch yang meluncurkan perangkat tambahan dari M8274 dengan spesifikasi yang jauh lebih tangguh. Paling populer adalah bagian atas pada M8274 yang didukung dengan motor ganda. Gigglepin 4×4 adalah salah satu produsennya. Mereka menggunakan motor winch ganda, dengan konstruksi mirip M8274.

Winch Gigglepin cukup terkenal karena ketangguhannya yang sanggup disiksa habis-habisan. Tibus juga membuat winch dengan desain serupa, dan dilengkapi motor ganda dengan kapasitas beban 15000 lbs atau setara dengan 7,5 ton. Kecepatan tarik winch Tibus juga setara dengan buatan Gigglepin 4×4. Kedua merek ini tentunya juga cukup tinggi dalam hal harga.

Perkembangan teknologi winch pun kini semakin pesat. Ada winch motor ganda, ada pula yang menggunakan sistem hidraulis. Red Winch adalah salah satu produsen yang membuat winch dengan dua motor, yang digerakkan dengan pompa hidraulis dan membuat cara kerjanya lebih stabil. Itu semua karena sistem likuid, dan tekanan pada pompa yang sudah dirancang untuk tekanan tinggi. Tidak seperti motor elektrik yang dipaksa, dan lama kelamaan akan panas, serta membuat sumber daya listrik menjadi tekor.•

Redaktur: Galih Agus Saputra.

Facebook Comments
Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close